KAWASAN PATUNG CADAS PANGERAN

Kawasan Patung Cadas Pangeran, bulan Nopember 2021 lalu

Ruas Jalan Tol Cisumdawu di Kawasan Sumedang Kota Masih Dalam Proyek Pengerjaan

Jalan Tol Cisumdawu menjadi salah satu megaproyek yang akan banyak mengubah tatanan kehidupan di Kabupaten Sumedang

Peninjauan Proyek Tol Cisumdawu oleh Kemenko Kemaritiman dan Investasi

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan saat meninjau lokasi proyek Tol Cisumdawu di Sumedang pada Bulan September 2021

WASPADA COVID-19 VARIAN OMICRON

Covid-19 Omicron mulai menyerang Indonesia. Waspadalah. Tetap tenang dan disiplin dengan protokol kesehatan

TIDAK ADA LIBUR PANJANG SEKOLAH JELANG NATARU 2022

Demi mengantisipasi penyebaran Covid-19 Omicron pemerintah menjadwal ulang kalender pendidikan sehingga tidak ada libur panjang jelang natal 2021 dan tahun baru 2022

12 Maret 2022

BUSYET... RANGGA AMIRULLAH MUSLIM "UGAL-UGALAN" DEMI MASYARAKAT SUMEDANG

GELAGAT.ID - Pandemi Covid-19 yang melanda sejak dua tahun terakhir ini memunculkan berbagai kesulitan yang harus di alami oleh segenap masyarakat di Kabupaten Sumedang dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini. 

Namun di sisi lain, juga memberi ruang lahirnya hal-hal baru, termasuk kesempatan bagi tokoh-tokoh baru untuk berjibaku menjaga dan memelihara harapan masyarakat demi kehidupan yang lebih baik.

Rangga AM (duduk, berkemeja putih) saat aksi
pembagian Sembako, Jumat (11/3/2022) di
Ling.Keboncau Kel.Cipameungpeuk, Sumedang Selatan

Salah satu dari sedikit tokoh muda yang muncul di Sumedang adalah Rangga Amirullah Muslim. Dia menginisiasi terbentuknya  "Ruang Aksi Manfaat" atau disingkat RAM, sebagai wadah aktivitas sosial dan kemanusiaan untuk masyarakat Sumedang.

Pada hari Jumat (11/3/2022) lalu, Rangga bersama RAM nya, menggelar pembagian sembako kepada masyarakat Lingkungan Keboncau Kelurahan Cipameungpeuk Kecamatan Sumedang Selatan. Pembagian 75 paket sembako tersebut dipusatkan di salah satu masjid di lingkungan tersebut.

"Negara punya kewajiban untuk mensejahterakan rakyatnya. Tetapi untuk itu perlu pula tangan-tangan yang ikut berperan aktif membantu pemerintah melaksanakan tugas itu," tegas Rangga.

Peran aktif tersebut, kata Rangga, tak sekadar wacana atau adu mulut di ruang diskusi. Tetapi perlu diwujudkan, dilakukan secara nyata dan terasa langsung oleh masyarakat yang membutuhkannya.

“Saya berharap paket sembako ini dapat terus memacu semangat mereka untuk menjaga rasa gotong dan kebersamaan  terutama di saat sulit seperti saat ini," ujar pria yang juga tercatat sebagai Ketua PDK Kosgoro Kabupaten Sumedang tersebut.

Aktivitas Rangga bersama RAM-nya tak hanya membagikan paket sembako. Rangga juga membuka kesempatan dan memberikan beasiswa kuliah bagi para lulusan SLTA. Sudah lebih dari 100 orang anak-anak muda Sumedang yang mendapatkan fasilitas beasiswa yang disedikan RAM, dan berkuliah di berbagai perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat.

Selain itu, Rangga juga menggandeng komunitas Lentera Bersapma dan SAPMA Pemuda Pancasila Sumedang untuk melakukan pendataan PMKS di Sumedang.

"Semoga kami dapat terus menginspirasi tokoh yang lain untuk dapat memperhatikan masalah yang ada ditengah masyarakat dan menjawab persoalan tersebut walaupun hanya sikap dan perbuatan sederhana itu sangat berdampak," katanya.

"Resep ibu mah ningal na. Masih muda tapi sudah menunjukkan kepedulian kepada masyarakat. Ibu berharap Kang Rangga tiasa janten pemimpin Kabupaten Sumedang," ujar Ny. Titin, warga Keboncau, Cipameungpeuk, saat dimintai tanggapannya.

Jika dibandingkan tokoh-tokoh muda dalam Generasi Milenial saat ini, aksi Rangga bersama RAM-nya tergolong "ugal-ugalan". 

Lantas, siapakah Rangga Amirullah Muslim ?

Dari berbagai sumber yang berhasil dirangkum, Rangga Amiruloh Muslim adalah putra kelahiran Sumedang. Pendidikan dasar dan menengahnya ditempuh di Sumedang. 

Ia merupakan alumni SMAN 3 Sumedang. Kemudian berhasil meraih master di bidang Hukum Tata Negara dari Universitas Diponegoro, dan kini telah menjadi kandidat Doktor (S3). Sejak SMA dia aktif di berbagai organisasi sosial. Hal ini menjadikannya peka terhadap berbagai persoalan yang dialami masyarakat dan mendorongnya berusaha keras untuk memberikan solusi dan manfaat dalam kehidupan masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumedang. (gelagat.id)

Share:

10 Maret 2022

POLRES SUMEDANG TANGKAP PENGEDAR DAN PENGGUNA SABU

GELAGAT.ID– Polres Sumedang menggelar konferensi pers pengungkapan kasus Narkoba di wilayah Kab. Sumedang, Kamis 10 Maret 2022. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, S.H., S.I.K., M.P.I.C.T., M.I.S.S didampingi Kasat Res Narkoba AKP Bagus Panuntun, S.H., KBO Sat Narkoba IPTU Hajid Abdullah, S.H, serta Kasi Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana.

Pers Rilis Pengungkapan Kasus Narkoba, Kamis (10/3)

AKBP Eko Prasetyo Robbyanto menyampaikan kasus ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumya, dimana Polres Sumedang sebelumnya sudah mengamankan tersangka O.A yang ditangkap pada tanggal 13 Januari 2022 di Masjid Nyalindung Paseh, berdasarkan keterangan O.A, dia mendapatkan narkotika jenis sabu dari A.H.H als GOPET.

Kemudian pada hari Minggu 06 Maret 2022, A.H.H als GOPET diamankan di rumah kontrakannya di daerah Kadipaten Kabupaten Majalengka, dan didapatkan sejumlah barang bukti berupa 14 (empat belas) paket diduga Narkotika jenis Sabu dengan berat 4,50 gram (empat koma lima puluh gram), 1 (satu) buah pipet kaca, 2 (dua) buah sendok yang terbuat dari sedotan, 1 (satu) buah timbangan digital, 1 (satu) buah alat hisap sabu/bonk, 2 (dua) pack plastic klip bening, 1 (satu) buah gunting, 1 (satu) pack sedotan dan 1 (satu) buah Handphone. Setelah diintrogasi A.H.H mengaku bahwa Narkotika jenis Sabu tersebut merupakan miliknya yang didapat dari Sdr. RIAN (DPO) dengan maksud untuk diedarkan kembali.

Selain kasus A.H.H als GOPET, Pada hari Jumat 18 Februari 2022, Polres Sumedang juga mengamankan tersangka J.S di daerah Cimanggung Kab. Sumedang, setelah digeledah ditemukan barang bukti berupa 23 (dua puluh tiga) butir Obat Psikotropika jenis Alprazolam 1 mg dan 1 (satu) unit Handphone Realme C11 warna hijau berikut sim card yang disimpan didalam saku celana yang sedang tersangka pergunakan.

Setelah diintrogasi, J.S mengatakan bahwa barang bukti tersebut merupakan miliknya yang didapat dengan cara membeli dari temannya Sdr. A.A, Kemudian Satuan Reserese Narkoba Polres Sumedang melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tersangka A.A dirumahnya pada hari dan tanggal yang sama di daerah Cicalengka Kab. Bandung, setelah dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berbagai macam Obat jenis Psikotropika dan Obat Keras Tertentu dengan jumlah 3.020 (tiga ribu dua puluh) butir. Tersangka A.A mengungkapkan bahwa barang bukti tersebut didapat dari Sdr. BENI (DPO),dengan maksud dan tujuan untuk diedarkan Kembali.

Kapolers Sumedang menegaskan bahwa Polres Sumedang akan terus melakukan pengembangan dari kedua kasus tersebut sebagai bentuk upaya menekan angka Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkoba khususnya di wilayah Kab. Sumedang. (gelagat.id/humas-polres-smd)

Share:

07 Maret 2022

AGUS MUSLIM PERINTAHKAN KELUARGA BESAR PEMUDA PANCASILA SUMEDANG MENCATAT DAN MENGURUS DOKUMEN KEPENDUDUKAN ANAK YATIM DAN ANAK TERLANTAR

GELAGAT.ID - Hingga saat ini masih banyak pihak yang abai terhadap pentingnya memiliki dokumen kependudukan seperti Akta Kelahiran, Kartu Keluarga (KK) bahkan KTP dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid.  Padahal dokumen kependudukan tersebut sangat penting sebagai bukti keabsahan seorang warga negara.

"Akta kelahiran, KK, NIK, adalah hak dasar yang harus dipenuhi oleh seluruh bangsa Indonesia," tandas Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila  Kabupaten Sumedang, Drs. Agus Muslim, kepada gelagat.id, Minggu (6/3/2022).

Terkait hal itu, pria yang akrab dipanggil AM ini memerintahkan kepada seluruh anggota, kader, lembaga  pengurus struktural  hingga tingkat ranting untuk mendata dan mengurus dokumen kependudukan para anak yatim piatu, anak terlantar dan anak berkebutuhan khusus, yang belum memilikinya.

Ketua MPC PP Sumedang, Drs. Agus Muslim

"Sedikit orang yang memikirkan dan berbuat untuk mereka. Karena itu, dengan memohon rahmat dan hidayat Allah SWT, saya perintahkan seluruh keluarga besar PP Sumedang untuk mencatat, mengurus, dan memperjuangkan hak-hak dasar tersebut, supaya mereka bisa hidup layak dan lebih baik. Semoga Allah SWT  memberkahi kita semuanya. Sekali layar terkembang, surut kita berpantang," tegas AM.

Lebih lanjut, AM ini menuturkan, sudah menjadi doktrin dan kewajiban bagi anggota dan kader PP untuk menuntut dan membela hak-hak dasar sebagai warga negara, demi mencapai cita-cita masyarakat yang adil dan makmur.

"Perlu diketahui, PP adalah ormas sosial. Jadi pada hakikatnya yang masuk PP adalah mereka yang memang bermasalah secara sosial. Tapi di organisasi ini kami semua belajar bersosialisasi dengan benar. Faktanya, tidak sedikit orang yang sudah terbina di PP ini berubah menjadi  problem solver untuk masalah-masalah sosial. Oleh karena itu, jangan aneh jika masih banyak keluarga kami yang masih dalam tahap belajar (bermasalah sosial). Mereka masih perlu dibina," pungkasnya. (gelagat.id)

Share: