KAWASAN PATUNG CADAS PANGERAN

Kawasan Patung Cadas Pangeran, bulan Nopember 2021 lalu

Ruas Jalan Tol Cisumdawu di Kawasan Sumedang Kota Masih Dalam Proyek Pengerjaan

Jalan Tol Cisumdawu menjadi salah satu megaproyek yang akan banyak mengubah tatanan kehidupan di Kabupaten Sumedang

Peninjauan Proyek Tol Cisumdawu oleh Kemenko Kemaritiman dan Investasi

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan saat meninjau lokasi proyek Tol Cisumdawu di Sumedang pada Bulan September 2021

WASPADA COVID-19 VARIAN OMICRON

Covid-19 Omicron mulai menyerang Indonesia. Waspadalah. Tetap tenang dan disiplin dengan protokol kesehatan

TIDAK ADA LIBUR PANJANG SEKOLAH JELANG NATARU 2022

Demi mengantisipasi penyebaran Covid-19 Omicron pemerintah menjadwal ulang kalender pendidikan sehingga tidak ada libur panjang jelang natal 2021 dan tahun baru 2022

27 Januari 2022

DIREKTUR EKSEKUTIF POLDATA INDONESIA RILIS PARA TOKOH POPULER UNTUK PILKADA JABAR 2024

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2024 masih dua tahun lagi. Namun sejumlah lembaga survey mulai bergerak menyerap dan memetakan isu serta aspirasi warga Jawa Barat terkait figur calon gubernur di Pilkada 2024.  Salah satunya adalah Poldata Indonesia Consultant.

Saat ditanya wartawan, Kamis (27/01/2022), Direktur Eksekutif Poldata Indonesia Fajar Arif Budiman mengatakan, dari hasil survey mutakhir yang dilakukan lembaganya, muncul sejumlah nama tokoh yang dianggap layak memimpin Jawa Barat ke depan. Antara lain, M. Iriawan, figur Ketua Umum PSSI saat ini, yang akrab dipanggil "Iwan Bule".

Ketum PSSI M. Iriawan atau Iwan Bule
(sumber:net)
"Dari hasil analisis data yang kami peroleh, nama M. Iriawan atau Pak Iwan Bule adalah salah satu yang cenderung populer dan punya peluang untuk memimpin Jawa Barat ke depan," ujar Fajar.

Sosok Iwan Bule, kata Fajar, memang cukup dikenal sebelumnya. Tahun 2018 Iwan Bule pernah duduk sebagai Pejabat Gubernur Jawa Barat. Kemudian Jenderal Polisi bintang tiga ini pun, tahun 2013  pernah menjadi Kapolda Jawa Barat.

Selain nama Iwan Bule, lanjut Fajar, ada juga nama Eddy Soeparno, politisi PAN yang kini tercatat sebagai anggota DPR-RI. Selain sebagai politisi, sosok Eddy juga dikenal sebagai pengusaha. Dia pernah menjabat sebagai Ketua Komite Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk Inggris dan Eropa Barat.

Selanjutnya dijelaskan Fajar, ada pula nama Mulyadi, politisi asal Partai Gerinda. Menurut Fajar, jika Partai Gerindra masih menilai Mulyadi sebagai  kadernya yang pas untuk posisi Jabar 1, maka ia punya peluang untuk itu.

Sementara nama-nama lain yang sudah cukup dikenal publik yang juga muncul dalam survey dan pemetaan yang digelar Poldata Indonesia, kata Fajar, yakni  Celica, Dedi Mulyadi, Bima Arya, Desi Ratnasari,Diah Pitaloka, Farhan, termasuk Atalia PR, Istri dari Gubernur Jawa Barat saat ini.

Namun Fajar menggarisbawahi bahwa peluang tersebut pada akhirnya kembali kepada pertimbangan dan sikap para tokoh itu sendiri, apakah mau atau tidak menerima permintaan masyarakat Jawa Barat untuk maju sebagai calon dalam Pilkada Jawa Barat.

Hasil survey itu, dijelaskan Fajar, masih bisa berubah tergantung sejumlah faktor yaitu political will para tokoh, rasionalitas pemilih, tingkat kepuasan publik serta afiliasi politik

 “Nanti tinggal kita tunggu saja dari tokoh-tokoh di atas. Kita lihat saja ke depan apakah ada pergerakan untuk meningkatkan popularitas mereka di mata masyarakat Jawa Barat," pungkasnya. (*)

 

Share:

24 Januari 2022

TRUK HAJAR EMPAT KENDARAAN, DUA ORANG ALAMI LUKA BERAT

GELAGAT.ID - Tabrakan beruntun yang melibatkan truk kembali terjadi. Kali ini di Jalur Bandung-Garut, tepatnya di Kawasan Industri Cimanggung Sumedang, Jawa Barat, depan PT Kewalram,  Senin (24/01/2022) selepas magrib, sekitar pukul 18.30.

Mobil Ayla yang jadi korban tabrakan beruntun
di Jalan Bandung-Garut, Senin (24/01/2022)

Asep Komarudin, salah seorang korban yang selamat, mengatakan kejadian yang dialaminya begitu cepat.  Kepada wartawan dia menuturkan, saat itu sebuah kendaraan Truk bernomor polisi D 8154 V yang meluncur dari arah Garut menuju Bandung tiba-tiba mengalami oleng melewati pembatas jalan, dan berpindah jalur jalan yang berlawanan arah.

Akibatnya, truk yang meluncur dengan kecepatan tinggi itu menghantamp sebuah mobil Daihatsu Ayla bernomor polisi D 1283 AGZ , dan sebuah mobil Pick Up Z 8625 DT. Selain itu truk juga menghantam dua sepeda motor, yakni Honda Honda Revo bernopol  Z 3378 BA, dan Sepeda Motor Honda Supra Fit yang hingga berita ini diturunkan belum teridentifikasi nopol nya, karena terjepit badan truk.

Kanit 1 Polsek Cimanggung Iptu Jumamonto mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Dua orang korban yakni pengendara sepeda motor mengalamai luka berat di bagian kaki dan dilarikan ke Rumah Sakit AMC Cileunyi. Sementara pengendara dan penumpang mobil mengalami luka ringan.

Selain itu, arus lalu lintas sempat tersendat saat petugas mengevakuasi para korban serta kendaraaan yang terlibat laka lantas tersebut. (*/gelagat.id)

Share:

EMBER CAT SELAMATKAN DEDE DARI LONGSORAN DI CISURAT WAD0, KAPOLRES SANTUNI KORBAN

GELAGAT.ID-Kapolres SUmedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto datang langsung menyantuni korban tanah longsor di Dusun Cukanggaleuh RT 04 RW 01 Desa Cisurat Kecamatan Wado, Minggu (23/1). 

Selain paket sembako, kapolres mengirimkan material bangunan seperti satu truk pasir, bata merah dan semen, untuk memperbaiki rumah korban.  Bantuna itu terima oleh kepala desa cisurat.

Kades Cisurat menerima bantuan Kapolres Sumedang
untuk korban longsor di wilayahnya, Minggu (23/1/2022) 

"Semoga bantuan yang telah di berikan tersebut  dapat meringankan beban masyarakat  dan segera mungkin rumah buat korban bisa dibangun kembali," ujar Kapolres.

Seperti diketahui peristiwa longsor kembali terjadi di wilayah Kecamatan Wado, tepatnya di di Dusun Cukanggaleuh, Desa Cisurat, Sabtu, 22 Januari 2022.

Siti Nyoman, seorang ibu rumah tangga berusia 51 tahun, tewas tertimbun tanah material longsoran. Sementara putranya yang masih berusia 8 tahun, Dede Rayan Ardika, berhasil diselamatkan meskipun kini masih dalam kondisi kritis.

Saat kejadian, Siti sedang memandikan Dede yang hendak berangkat mengaji. Longsor tiba-tiba menimpa bagian belakang rumah, dan menimbun keduanya.

Warga sekitar langsung berusaha menggali timbunan tanah dengan ketebalan sekitar 1 meter dan berusaha mengevakuasi keduanya. Saat ditemukan, Siti Nyoman telah wafat, dengan posisi memeluk melindungi badan anaknya. Sementara Dede terlihat masih bernafas. Dia sempat tertahan dari longsoran oleh sebuah ember bekas cat.

"Iya Alhamdulillah anaknya selamat, meski luka berat. Saat ditemukan, posisi Dede dalam pelukan ibunya, tertahan ember bekas cat," ujar Tarwan, saksi mata di tempat kejadian. (*/gelagat.id/humas-polres-smd)

 

Share:

20 Januari 2022

MANUSIA-MANUSIA BERDAYA PRAKARSA

DALAM sebuah komunitas atau sekumpulan orang-orang,  pada ranah apapun, akan nampak sekali bedanya mana orang yang punya inisiatif dan mana yang tidak. Mereka yang memiliki daya inisiatif lebih menonjol dan pro-aktif dibanding yang lainnya. Ia bangun manakala orang lain masih bermimpi.

Terminologi kata "inisiatif" berasal dari kata latin "initiare" yang artinya “memulai”.  Dan bagi saya, inisiatif atau prakarsa adalah salah satu titik tolak mengembangkan aktivitas. Daya inisiatif akan melahirkan orang-orang yang pro-aktif.

Dan orang-orang pro-aktif selalu menunjukkan kesediaan untuk menerima tanggung jawab tertentu. Lalu, ia menyadari bahwa dirinya ikut bertanggung jawab dan kemudian melakukan langkah-langkah yang terukur, terarah, sesuai perannya untuk menuntaskan tanggungjawab itu.

Ilustrasi

Sebaliknya, orang yang suka melempar tanggung jawab dan mencari kambing hitam, sangat sulit sekali diharapkan memiliki atau mengambil inisiatif.

Ukuran manusia pro-aktif bukan lahir dengan sendirinya tanpa ada proses. Proses dimaksud adalah penyelaman dan pendalaman dirinya dengan berbagai atribut gerak manusia di sekelilingnya di mana suatu strata berbeda dengan strata lainnya.

Mereka yang yang penuh daya inisiatif adalah mereka yang terproses dalam implementasi pengalaman hidup, dan jauh lebih teruji oleh dinamika kehidupan. Dan manusia yang terproses tidak akan ogah-ogahan. Dalam berbuat, mereka tidak akan melakukan sesuatu seperti istilah orang sunda: puraga tanpa kadenda, asal jadi, asal-asalan, tanpa dasar niat, target dan tanpa memaknai karyanya sebagai sesuatu yang bernilai.

Pada lini dan bidang apapun, jika sudah masuk pada suatu fungsi gerak atau sistem, terutama dalam ruang organisasi, menuntut adanya keterlibatan, pelibatan diri dan memainkan sejumlah peran sesuai dengan kapasitas bakat, potensi dan keahlian. Tetapi bukan sama sekali didasarkan pada asumsi bahwa kita paling hebat dan serba bisa. Tetapi lebih karena memang kita mau menerima tanggung jawab itu.

Sebab masa depan suatu tatanan – masyarakat atau organisasi – merupakan urusan seluruh stakeholdernya, kepentingan seluruh komponennya, dan karena itu menjadi tanggung jawab semuanya. Bukan urusan dan tanggung jawab seorang pemimpin saja.

Dalam sebuah komunitas, organiasasi, atau lembaga apapun yang penuh daya inisiatif, akan ada pemimpin yang mau mengayomi sampai hal-hal detil dan mendasar. Akan ada pengikut yang mampu kreatif mengemukakan ide-ide baru dan memprakarsai gagasan-gagasan cerdas.

Dan perlu disadari bawah proses inovasi selalu dimulai dari ide. Jadi, dalam kerangka membangun suatu dasar pembangunan daerah, aset utama yang paling berharga adalah ide-ide atau pikiran-pikiran yang bebas, tetapi terukur oleh keterbukaan dan standar akuntabilitas publik.

Dan Kabupaten Sumedang membutuhkan orang-orang yang penuh daya inisiatif dan gerak yang pro-aktif. Memiliki ghirah, semangat, energi untuk berkolaborasi, berinovasi, serta bertransformasi: "ngigelan jeung ngigelkeun zaman". Sebabb, terlalu riskan menjalani percepatan teknologi dan akses informasi ke depan dengan pola-pola kuno dan konservatif. (*)

Kurniawan Abdurahman / Warga Kabupaten Sumedang

 

Share:

AGUS MUSLIM DAFTARKAN 36 PEGAWAI NON-ASN DISKOMINFOSANDITIK SUMEDANG JADI PESERTA BPJS KETENAGAKERJAAN

GELAGAT.ID-Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosanditik) Sumedang terus melakukan pembenahan dan peningkatan kinerja aparaturnya.

Kepala Diskominfosanditik Sumedang Drs. Agus Muslim mengatakan, salah satu langkah yang dilakukan untuk itu adalah memberikan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pegawai Non-ASN yang bekerja di dinas yang berkantor di Jalan Angkrek tersebut.

Kadiskominfosanditik Sumedang Agus Muslim
Sumber Foto: Akun Medsos Diskominfosanditik Sumedang

"Kita niatkan bahwa kerja itu adalah ibadah. Dan Kinerja yang baik hanya bisa muncul jika para pekerja dalam hal ini para pegawai Non-ASN merasa aman atas kebutuhan sehari-hari, salah satunya jaminan sosial bagi mereka," tandas Agus Muslim.

Dalam rangka itu, lanjut Agus, telah dilakukan penandatanganan naskah perjanjian kerjasama antara Diskominfosanditik dan BPJS Ketenagakerjaan.

Penandatanganan dilakukan oleh Kadiskominfosanditik Agus Muslim dan Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan di Gedung Command Centre IPP Sumedang, Rabu (19/1/2022)

"Jaminan sosial ketenagakerjaan ini, sengaja diberikan rangka memberikan rasa aman, nyaman, serta perlindungan sosial bagi pegawai non ASN, sebagaimana diamanatkan Inpres No 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan," tegas Agus. (*/gelagat.id/diskominfosanditik-smd)

 

Share:

19 Januari 2022

PENYEBAB LONGSOR CIMAREME MASIH DALAM PENYELIDIKAN

GELAGAT.ID - Kepolisian Resort (Kapolres) Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto meminta semua pihak agar tidak membuat pernyataan spekulatif terkait penyebab longsor di Blok Leuweung Kadu Dusun Rancamaya Desa Ciherang Kec Sumedang Selatan Kabupaten Sumedang, Sabtu (15/1/2022) lalu.

Menurut kapolres, saat ini pihaknya sedang melakukan pengecekan secara langsung ke TKP guna mengetahui secara langsung penyebab terjadinya tanah longsor.

Kapolres Sumedang meninjau TKP Longsor Cimareme, Senin (17/1/2022)

"Apakah di sebabkan oleh faktor alam atau ada faktor lain yang menyebabkan tebing  tersebut longsor, nanti kita tunggu hasil penyelidiikan di TKP," ujar Kapolres, Senin ( 17/1/22 ).

Selama dalam proses penyelidikan tersebut, kata Kapolres, pihaknya meminta keterangan dari ahli dan pihak terkait, sehingga musibah serupa dapat di antisipasi di masa yg akan datang, khususnya ketika musim penghujan datang.

"Tentunya pihak pihak yg tidak memiliki kapasitas dalam menentukan penyebab longsor agar dapat menahan diri untuk mengeluarkan statement yang.dapat meresahkan masyarakat.tegas kapolres," tandasnya. (*/gelagat.id/humas-polres-sumedang)

Share:

16 Januari 2022

TATA SELAMAT DARI LONGSOR CIMAREME, POLRES SUMEDANG BAGIKAN SEMBAKO

GELAGAT.ID - Sabtu, 15 Januari 2022, tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Sumedang, tepatnya di Kawasan Cimareme, Dusun Sukasari RT 3 RW 3 Desa Ciherang Kec. Sumedang Selatan, sekitar pukul 16.30. Sebelumnya, hujan deras mengguyur kawasan tersebut sejak pukul 13.00.

Tata (tengah), Warga Cimareme yang selamat dari longsoran

Kejadian tersebut sempat menghebohkan warga. Pengguna Jalan Pangeran Kornel dapat menyaksikan dan merekam detik-detik longsoran tebing setinggi kurang lebih 300 meter itu.

Longsoran tanah berasal dari tebing dengan ketinggian sektiar 150 meter dengan lebar sekitar 80 meter

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Adapun Tata Warga Cimareme yang saat longsoran terjadi sedang berteduh di sebuah gubug tengah sawah, berhasil menyelematkan diri.

Sementara sekitar dua hektar sawah milik warga tertimbun longsoran.

Keesokan harinya, Minggu tanggal 16 Januari 2022  Kapolres sumedang  Akbp. Eko Prasetyo menugaskan waka polres Kompol Asep agustoni untuk memimpin pemberian Bantuan Sembako terhadap warga masyarakat yang terkena dampak longsor.

Wakpolres Sumedang Kompol Asep Agustoni
menyerahkan bantuan sembako, Minggu (16/1/2022)

"Semoga bantuan sembako ini dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak longsoran," ujar Kapolres Sumedang melalui Wakapolres Sumedang di lokasi kejadian, Minggu (16/1/2022). (*/gelagat.id/ARM/humas-polres-smd).

Share:

15 Januari 2022

104 RIBU ORANG ANAK DI SUMEDANG JADI TARGET VAKSINASI COVID-19

GELAGAT.ID - Gebyar Vaksinasi Covid-19 untuk anak digelar serentak di wilayah Kabupaten Sumedang selama 14 hari, mulai tanggal 5 hingga 18 Januari 2022.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto menjelaskan, target vaksin anak di wilayah Sumedang seluruhnya berjumlah 104.546 orang.

Kapolres Sumedang menyapa anak-anak yang akan divaksin

“Vaksinansi anak ini dilaksanakan di seluruh wilayah Sumedang antara lain di 35 Puskesmas dan ditambah di dua tempat, yaitu di Mall Jatos Jatinangor dan Mall Asia Plaza Sumedang dengan maksud untuk akselerasi vaksinansi anak agar tercapai sesuai target tepat pada waktunya,” katanya.

Target harian di wilayah Sumedang berjumlah 7.489 orang dan pada Senin (10/1/2022) kemarin target hariannya melebihi target, yaitu mencapai 9510 orang (126, 64 %).

Semenjak pelaksanaan gebyar vaksinasi yang dimulai dari tanggal 5-10 Januari 2022, sudah mencapai 2.3053 orang dan presentase mencapai 22,05 %.

“Kami juga setiap harinya untuk kegiatan gebyar vaksinasi anak setelah kegiatan selalu melaksanakan analisa dan evaluasi baik dari tingkat mabes , polda dan polres dengan maksud untuk akselerasi vaksinansi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik dari sebelumnya,” tandas Eko. (*/humas-polres-sumedang/gelagat.id)

Share:

11 Januari 2022

MERACIK PIKIR DAN RASA (SERI 2): ALLAH AR-RAHIIM, MAHA PENYAYANG

JIKA aplikasi sifat Ar Rahman saya temukan di Ayah, maka Ar Rahiim di Ibu.

Mamah, begitu kami memanggilnya. Perempuan sunda berdarah ningrat Sumedang. Cantik, putih. Dan itu mirip adik saya, bukan saya:)

Allah menganugerahi rahim di tubuh Ibu, bukan di Ayah. Di sanalah tersemai benih manusia, ketat dalam penjagaan dan pantauan Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

"Dialah yang membentuk kamu dalam rahim menurut yang Dia kehendaki. Tidak ada tuhan selain Dia. Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana." (QS. Ali 'Imran 3: Ayat 6)

 Kata Ar-Rahiim dan Arhaam yang merupakan bentuk majemuk dari rahmun memiliki akar kata yang sama, yaitu /r/, /h/, dan /m/, yang artinya menaruh kasih, mencintai, serta menyayangi dengan sangat dalam.

Allah Ar Rahiim telah menetapkan benih-saya di rahim seorang perempuan bernama Saribanon. Dalam bahasa Sunda, nama itu berarti pusat perhatian atau benteng yang kuat. Keduanya maujud di diri Mamah.

Jangan bayangkan kasih sayang yang dia curahkan berupa ucapan lembut, belaian sayang, bukan. Beliau mendidik anak-anaknya dengan tegas, bahkan tak jarang dengan pukulan di kaki. Beliau mendoktrinasi kami dengan nilai-nilai kesopanan kepada sesama manusia, kegigihan mencari nafkah, dan masih banyak lagi. Tangannya sekuat baja melindungi kami saat Ayah bekerja berminggu-minggu di luar kota. Dengan tangan itu pula beliau menjahit hingga larut, mengejar deadline order jahitan, dengan mesin jahit Butterfly. Derit roda mesinnya masih tersimpan di memori kepala saya. Beliau yang keukeuh anak-anaknya harus lulus sarjana, hingga semua tanah yang dibeli, dijual kembali.

Jangan bayangkan beliau lulusan sarjana, sekolah pun hanya sampai SMP. Jangan bayangkan beliau membaca banyak buku agama, sains, atau psikologi. Membaca Quran saja masih terbata-bata.

O iya, tentang sains, justru ide praktikum penguapan melalui kompor dan alat-alat dapur mainan, mengantarkan saya menjadi Siswa Teladan Tingkat Provinsi kala SD.

Beliau minim ilmu agama, namun saat saya bertanya dengan bekal apa Engkau mendidik kami wahai Ibu? Jawabnya adalah, doa.

Maka mengalirlah doa-doanya dalam perjalanan hidup kami hingga sekarang, seraya kami menengadah kepada Ar Rahiim dan berucap lirih, "Sayangi dia, Mamah kami dengan cara-Mu. Sebaik-baik cara, aamiin." (*/gelagat.id)

Share:

08 Januari 2022

"GEROBAK BERKAH" POLRES SUMEDANG TEBAR SEMBAKO BAGI WARGA TERDAMPAK TOL CISUMDAWU

 GELAGAT.ID - Kepolisian Resort Sumedang Sumedang membagikan paket sembako dalam program "Bhakti Sosial" dan "Gerobak Berkah" kepada warga masyarakat yang terkena dampak proyek Tol Cisumdawu, di Kecamatan Tanjungsari, Kamis (6/1/2022)

Kegiatan dipimpin langsung Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto didampingi Dandim 0610/Sumedang Letkol Inf. Zaenal Mustofa.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto didepan
warga Dusun Cijolang Tanjungsari 

"Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan sebekum proses kegiatan eksekusi lahan tol di Cijolang," ujar Kapolres.

Paket sembako tersebut dibagikan kepada warga masyarakat yang terkena dampak Tol Cisumdawu di Dusun Cijolang Desa Margaluyu Kec. Tanjungsari.

Selain itu, warga juga nampak antusias menyambut "Gerobak Berkah"  yang membagikan bahan pangan secara gratis.

Turut hadir dalam acara tersebut, Wakapolres Sumedang Kompol Asep Agustoni, Ketua Pengadilan Negeri Sumedang diwakili Panitera Pengadilan Negeri Kelas I B Sumedang Suhadi Agus, dan Forkopimcam Tanjungsari.  (*/gelagat.id/humas-polres-sumedang)

 

Share:

03 Januari 2022

KAPOLRES SUMEDANG: NIATKAN BAHWA KITA KERJA KARENA ALLAH !

GELAGAT.ID - Sebanyak 106 orang anggota Kepolisian Resort Sumedang mendapat kenaikan pangkat. Upacara kenaikan pangkat mereka digelar di lapangan upacara Polres Sumedang, Senin (3/01/22).

Mereka yang mendapatkan kenaikan pangkat antara lain, 4 orang empat Ajun Komisaris Polisi (AKP) menjadi Komisaris Polisi (Kompol). 8 orang Inspektur Polisi Satu menjadi AKP, 10 orang Inspektur  Polisi Dua menjadi  Inspektur Polisi Satu (Iptu), 17 orang Ajun Inspektur Dua (Aipda) menjadi Ajun Inspektur Satu (Aiptu), 43 orang Bripka menjadi Aipda, 14 orang Brigadir menjadi Bripka, 5 Briptu menjadi Brigadir, dan 5 orang Bripda menjadi Briptu.


Kapolres Sumedang secara simbolik mengguyur anggotanya yang mendapatkan kenaikan pangkat dalam upacara kenaikan pangkat, di Lapangan upacara Mapolres Sumedang, Senin (3/1/2021)

Dalam amanatnya Kapolres Sumedang, AKBP Eko Prasetyo Robbyanto menekankan bahwa Kenaikan pangkat Polri itu adalah penghargaan.

"Karena itu, setiap personel dituntut melaksanakan tugas dilandasi dengan niat untuk ibadah, selalu positif berbuat baik dengan jabatan yang kita sandang, niatkan bahwa kita kerja karena Allah," tegasnya.

Intinya, kata Kapolres, adalah kita harus selalu bersyukur apa yang telah dimiliki dan senantiasa mengetahui apa yang harus diprioritaskan.

"Selamat kepada personel Polri Sumedang yang telah naik pangkat,” tandasnya (*/gelagat.id/humas-polres-sumedang)

 


Share:

02 Januari 2022

OPINI - - TAHUN BARU BUDAYA SIAPA ?

MALAM tahun baru adalah malam yang paling mendebarkan bagi sebagian remaja, kenapa bisa begitu karena dalam benak mereka ada segudang acara.

Pesta tahunan ini barangkali sudah menjadi tradisi yang bercampur aduk, akulturasi budaya sedemikian dahsyat menyerang semua ranah tak terkecuali pesta malam tahun baru. Serangan budaya ini bak tsunami 9 SC saking dahsyatnya seolah budaya asli sendiri terlupakan begitu saja.


Asal Usul Perayaan Malam Tahun Baru

Perayaan Tahun Baru pertama kali tercatat di Mesopotamia sekitar empat milenium lalu atau 2000 SM. Mereka merayakan pesta tahunan setiap tanggal 20 Maret.

Selain Mesopotamia ada beberapa negara lain yang juga mempunyai budaya perayaan di tanggal yang berbeda, sepertiMesir, Persia, namun mereka memperingatinya pada tanggal 20 September.Orang-orangYunani kuno memperingati awal TahunBaru mereka pada tanggal20 Desember.

Maka untuk mengakhiri semua perbedaan perayaan dan kebingungan ini JuliusCaesar mengakhirinya dengan membuat kalender baku yang mengikuti tahun matahari.

Pada tahun 46 SM ia memperkenalkan kalender Julian. Dalam kalender ini Tahun Baru resmi ditentukan pada tanggal 1 Januari, tanggal ini bertepatan dengan waktu tahun bahwa bumi paling dekat dengan matahari.

Selain itu penamaan Januari nama awal bulan sebagai bentuk penghormatan terhadap dewa Janus.Pada tahun 1582, Paus Gregorius XIII mengubah kalender Julian dan menciptakan kalender Gregorian.Hingga hari ini sebagian besar dunia menetapkan tanggal 1 Januari sebagai awal tahun baru. Di AS tahun baru dirayakan dengan pesta dengan meniup trompet juga pesta kembang api.

Generasi Latah

Sampailah budaya ini di negeri kita, ditelan bulat-bulatoleh generasi latah, generasi yang terbawa arus globalisasi budaya tanpa tahu makna dibalik semua ritual tahun baru.

Anak-anak muda mulai turun kejalan-jalan dan berkumpul di spot yang sudah di tentukan sebagai penanda awal tahun. Bahkan panggung-panggung hiburan berjejer di sepanjang jalan. Tukang trompet laku keras, satu hari itu saja dia bisa membawa pulang laba untuk anak istrinya bisa sampai jutaan rupiah.

Mirisnya generasi latah mereka hanya ingin menyalurkan hasrat saja. Mereka hanya menjadi objek budaya. Hingar bingar suara petasan sudah terdengar diawal malam. Entah berapa milyar rupiah yang terbakar dalam satu malam itu saja hanya untuk membeli kesenangan setahun sekali.

Jati diri bangsa menjadi hambar -kalau tidak menyebut hilang,- budaya asing menyerang anak bangsa secara sengaja ataupun tak sengaja. Padahal kita tahu trompet itu budaya siapa, kembang api itu budaya siapa, dan yang paling prinsipiil adalah kita semua tahu bahwa pemborosan itu budaya siapa.

Akan tetapi di dua tahun terakhir ini kebiasaan itu mulai terlihat mereda. Mungkin karena pandemi covid -19 ada larangan berkerumun dari pemerintah, atau kondisi ekonomi yang serba susah sehingga berpikir seribu kali untuk menghamburkannya di perayaan Tahun Baru.

Membendung Budaya Asing dengan Memperkokoh Budaya Lokal

Tentu tidak mudah menghambat informasi di era digital hari ini, bagaimana mungkin air bah informasi dapat dibendung hanya dengan kerja biasa-biasa saja, perlu adanya formula khusus untuk menyalurkan anak bangsa ini agar tidak tergerus terbawa hanyut oleh budaya yang sama sekali akan merabut akar budayanya sendiri.

Pendalaman moral pendidikankah, atau pembatasan informasi oleh pemerintah yang berwenang atau usaha apa pun agar bangsa yang besar ini suatu saat tidak hilang ditelan zaman. Tapi mampu tetap hidup di atas budayanya sendiri. Tidak menjadi generasi ikut-ikutan yang membebek membabi buta. Tapi generasi yang mampu memfilter setiap pengaruh luar yang akan merusak identitas bangsanya sendiri.

Kerjasama di semua ranah, seperti peran serta pemerintah, para guru agama, tokoh masyarakat dan sebagainya. Untuk memastikan bahwa bangsa ini tetap ada di jalur yang benar. Jangan sampai generasi mendatang terasing di negeri sendiri. Semoga menjadi generasi yang bangga dengan tradisi sendiri bukan menjadi generasi latah.

Penulis: Dudi Safari, Warga Kabupaten Sumedang


Share:

01 Januari 2022

MERACIK PIKIR DAN RASA (SERI 1): AR-RAHMAN, ALLAH YANG MAHA PENGASIH

ASMAUL husna yang menempati urutan pertama dari 99 penyifatan terbaik untuk Allah Swt. ini penting sekali bagi saya. Tentu saja setelah saya tempatkan posisi superlatif Allah atas makhluk.  Abdurrahman, ayah saya. Putra Bugis asli. ‘Abduartinya hamba. Rahman artinya Maha Pengasih. Jadi, hambanya Sang Maha Pengasih. Dalam pelafalan negeri Anging Mamiri, Abdurrahman dipanggil menjadi Beddu Lamang.

Menyebut nama ayah saya, mewujudlah kewelasan makhluk yang meneladani Allah Ar-Rahman. Wajah ayah saya garang layaknya putra Bugis. Intonasi bicaranya pun tinggi, nyaris mirip orang yang marah-marah. Pernah ibu saya protes, “Jangan marah begitu!” Dan, masih dengan nada tinggi, ayah saya menjawab, “SIAPA YANG MARAH?”

Lantas, di mana kewelasan yang saya sebut-sebut tadi? Suatu ketika saat saya usia 10 tahunan. Hujan turun deras sore itu. Pagar besi halaman rumah kami berderit, tanda ada yang membuka. Rupanya, seorang gila dengan tubuh kotor dan pakaian compang-camping masuk dan berdiri mematung di teras. Ibu saya langsung sewot.Dia cepat-cepat membawa sapu hendak mengusirnya. Dengan sigap, Ayah saya menghadang Ibu. “Kasihan,” ucapnya. Ibu lalu duduk dengan wajah kesal.

Ayah lantas pergi ke kamar, mengambil handuk, baju, dan celana panjang dari lemarinya. Dia kemudian keluar dan menyapa si orang gila. Orang itu menatap Ayah dengan ketakutan. Ayah mendekatinya, dan tanpa risih mengeringkan tubuh orang itu dengan handuk lalu menyuruhnya mengganti baju dan celana. Tak sampai di situ, dia pun mengambil makan dari dapur lalu memberikannya kepada orang itu. Dan, Ibu masih saja duduk di kursi makan dengan wajah kesalnya.

Hati sewelas apa yang sanggup melakukan hal itu? Tanpa basa-basi. Tanpa pencitraan. Masih banyak kisah kewelasan Ayah dalam kenangan saya. Tak hanya kepada manusia, juga kepada hewan. Seeekor kucing liar yang selalu diberinya makan bahkan menjadi jinak dan hingga sekarang  setia menungguinya di teras masjid, menunggu ayah saya keluar dari pintu masjid untuk ‘mengawal’-nya pulang ke rumah. Allahu Rahman, limpahkan kewelasan-Mu bagi dia ayahku, ayah kami. Aamiin. (*)

RUBRIK "DAPUR BU ANI" diasuh oleh: Indrayani Mallo (Bu Ani), Penulis, Guru SD Muhammadiyyah 7 Antapani Bandung

 

Share: