19 Desember 2021

KISAH RATU CLEOPATRA, YANG SANGGUP "MENELAN" 10 RIBU LAKI-LAKI

 "Dengan memperhatikan cara seseorang bercinta, kita akan tahu lebih banyak tentang kepribadiannya daripada hanya dengan analisa biasa".

KALIMAT di atas ditulis oleh Maurice Nadeau, editor Les Letters Nouvelles, sebagai pembuka dalam buku The Intimate Sex Lives of Famous.

Buku tersebut tampil seperti sebuah ensiklopedi asmara, dilengkapi dengan fakta-fakta seputar kehidupan seks dari sekitar 200 nama-nama populer di dunia, seperti misalnya Karl Marx, Charlie Chaplin, Naoleon Bonaparte, dan sebagainya.

Dalam tulisan kali ini, mari kita simak bagaimana kehidupan seks seorang Ratu Cleopatra, Sang Ratu Mesir yang konon memiliki kecantikan yang sangat memikat dan sensualitas yang tinggi.

Liz Taylor berperan sebagai "Cleopatra", 1963
sumber: 
https://www.flickr.com/photos/lorenjavier/5686218192

Dalam sejarah, Ratu Cleopatra dikenal sebagai pelopor penggunaan komestik untuk mempercantik penampilan seorang perempuan. Figurnya digambarkan sebagai seorang ratu cantik nan cerdas. Konon, wanita berdarah bangsawan Yunani-Macedonia ini menguasai bermacam-macam bahasa pergaulan dunia saat itu.

Dia sangat terkenal dan terkategori sebagai selebritas dunia di masanya. Kisah cintanya berkali-kali dibuat novel dan difilmkan. Antara lain film "Cleopatra" yang diproduksi para sineas Hollywod sekitar tahun 1963.

Jika melihat sosok Elizabeth Taylor yang cantik dan tampil seksi sebagai Cleopatra di film itu, imajinasi kita tentu saja akan langsung setuju bahwa sang ratu itu memang sangat cantik. Tapi jika melihat gambaran dari patung mummy-nya, bisa jadi anda akan berfikiran lain. Meski memang, bentuk tubuhnya cukup sensual dan penuh pesona mengundang syahwat bagi laki-laki yang bertemu dengannya.

Sejak dulu, para penulis Yunani memang sudah mengetahui betapa Cleopatra adalah seorang petualang dalam urusan seks.  Dia diberi gelar "Meriochane", yang berarti "perempuan yang sanggup menelan sepuluh ribu laki-laki". Wow..!

Kiri: Deskripsi wajah Cleopatra berdasarkan patungnya

Konon, Cleopatra sudah mengenal hubungan seks saat berusia 12 tahun. Pada usia 21 tahun ia menjalin hubungan asmara dengan Julius Caesar, Sang Kaisar Romawi yang berusia 52 tahun.  Sang kaisar menjadikannya gundik. Sebab menurut hukum Romawi saat itu, ia tak mungkin memperistri Cleopatra, karena sudah mempunyai seorang permaisuri. 

Caesar sangat memujanya. Hasrat birahinya selalu terpuaskan. Maka ia pun membuat patung Cleopatra  di sebuah kuil tempatnya memuja Dewi Venus. Nah, tindakan ini kemudian yang menimbulkan rakyat Roma.

Dengan dalih ingin mempunyai anak laki-laki sebagai penerusnya, Caesar kemudian memboyong Cleopatra ke Roma. Ini yang menimbulkan polemik. Rakyat Roma kebanyakan menentang kehadiran Cleopatra, dan menyebutnya perempuan jalang. Para penjaga di Istana Roma kerap menyanyikan lagu-lagu ejekan yang menyebut Cleopatra seorang pelacur.

Faktanya, rakyat roma membenci itu bukan karena kecantikannya yang telah meledakkan hasrat Caesar. Tetapi karena Cleopatra berdarah Yunani, musuh besar bangsa Roma.

Galau karena kurang diterima rakyat Roma, diam-diam Cleopatra bermain api dengan Marc Antonius seorang panglima tentara Romawi.

Saat Caesar terbunuh, Cleopatra pulang ke Mesir. Dia menyimpan dendam dan segera menyusun siasat baru agar penguasa Romawi dapat kembali dalam kendali asmaranya.

Suatu ketika, Roma mengutus Marcus Antonius melakukan inspeksi ke wilayah Mesir. Tahu akan hal itu, Cleopatra girang hatinya. Saat Marcus Antonius beserta balatentara Romawi tiba, penyambutan dilakukan. Bukan saja meriah, tapi juga bikin seluruh tentara dan panglimanya "panas dingin".

Cleopatra tampil menyambut dengan gaun ala Dewi Venus. Tubuhnya yang memang sensual, berbalut sutra tipis warna biru.

Pesta dilangsungkan dalam suasana dan suguhan yang erotis, termasuk "Tarian Dewa Laut Glaucus". Konon, dalam tarian itu, sang penari tampil bugil. Seluruh tubuhnya dicat biru, melenggak-lenggok penuh rayu, lalu berguling-guling di lantai.

Para pasukan mesir mabuk kepayang. Dan Marcus Antonius masuk kamar, takluk dalam pesona sang ratu.

Singkat cerita, Marcus Antonius pun memujanya. Ia kembai ke Roma, untuk menceraikan Octavia, istrinya. Dan di Mesir, Cleopatra sudah mengandung bayi dari benih Antonius.

Saat tiba di Roma, Marcus Antonius malah berselisih dengan Octavian, adik istrinya. Pasukannya dikalahkan oleh Pasukan Octavian dalam sebuah peperangan di Actium. Balatentara Ocatavian kemudian mengeruduk Mesir, mencari Cleopatra.

Tahu situasi bahaya terjadi, Cleopatara berusaha sembunyi. Namun kabar yang diterima oleh Antonius, menyebut Cleopatra sudah mati. Karena sedih, Antonius menghujamkan pisau tepat ke ulu hati. Saat sekarat, tiba kabar baru yang menyebut Cleopatra masih hidup. Maka Antonius pun segera menuju Cleopatra. Namun terlambat. Ajal menjemputnya tepat dipelukan Cleopatra.

Sadar sudah kehilangan segalanya, Cleopatra  kembali menggunakan kecantikan dan sensualitas tubuhnya, merayu Octavian. Namun gagal.  Akhir cerita, Cleopatra kemudian pun memilih bunuh diri di depan mayat kekasihnya. Antonius dan Cleopatra pun mati berpelukan.  (*/gelagat.id/sumber: Majalah "Zaman" Edisi 23 Januari 1982)

Share:

0 comments:

Posting Komentar