KAWASAN PATUNG CADAS PANGERAN

Kawasan Patung Cadas Pangeran, bulan Nopember 2021 lalu

Ruas Jalan Tol Cisumdawu di Kawasan Sumedang Kota Masih Dalam Proyek Pengerjaan

Jalan Tol Cisumdawu menjadi salah satu megaproyek yang akan banyak mengubah tatanan kehidupan di Kabupaten Sumedang

Peninjauan Proyek Tol Cisumdawu oleh Kemenko Kemaritiman dan Investasi

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan saat meninjau lokasi proyek Tol Cisumdawu di Sumedang pada Bulan September 2021

WASPADA COVID-19 VARIAN OMICRON

Covid-19 Omicron mulai menyerang Indonesia. Waspadalah. Tetap tenang dan disiplin dengan protokol kesehatan

TIDAK ADA LIBUR PANJANG SEKOLAH JELANG NATARU 2022

Demi mengantisipasi penyebaran Covid-19 Omicron pemerintah menjadwal ulang kalender pendidikan sehingga tidak ada libur panjang jelang natal 2021 dan tahun baru 2022

31 Desember 2021

2022: SEMOGA SUMEDANG MEMANG "MELESAT" BUKAN MALAH "MELESET"

TEPAT sehari setelah peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 73,  Asian Games 2018 dibuka di Stadion Gelora Bung Karno.  Ada satu adegan dalam rangkaian seremoni pembukaan pesta olahraga se-Asia itu yang bikin tepuk tangan, yaitu tayangan video Presiden Joko Widodo naik sepeda motor menuju venue pembukaan.

Alur cerita pada video tersebut jelas. Ketika iring-iringan mobil kepresidenan terjebak macet di jalanan ibukota, Presiden Jokowi memutuskan turun dari mobil. Lalu memilih menggunakan sepeda motor, melewati jalan-jalan tikus, sedikit ngebut namun tetap memegang kontrol sehingga nampak presisi melalui tikungan-tikungan tajam, bahkan akurat menginjak rem saat ada anak sekolah melintas, hingga akhirnya tiba di Gelora Bung Karno, dan tepat waktu membuka Asian Games 2018.

Capture Video Presiden Jokowi Naik Sepeda Motor
dalam Acara Pembukaan Asian Games 2018
sumber: liputan6.com

Oiya, ada yang lupa. Pak Presiden pun memakai helm. Dia tidak melanggar aturan lalu lintas. Meskipun cuma sekedar tayangan video. Sebagai presiden, dengan situasi darurat dikejar waktu, bisa saja orang-orang memaklumi kalau beliau tak pakai helm atau melabrak lampu merah sekalipun.

Tapi Wishnutama, Direktur Kreatif yang bertanggungjawab atas video itu tak ingin membuat citra: Mentang-mentang presdien, aturan kok dilanggar !.

Pesan dari tayangan itu juga jelas. Pak Presiden dicitrakan sebagai pemimpin yang cepat mengambil keputusan dan kreatif mengatasi masalah yang menghambat sampai ke tujuan.

Alhasil, tayangan itu menuai pujian dan tepuk tangan. Kreatif, dan orsinil. Bahasa simbolnya cerdas, dan mudah difahami.

"Soal video, saat saya mengusulkan kepada beliau, beruntung beliau orangnya asyik, jadi ide bisa lebih tereksplore. Berkali-kali saya berdiskusi berdua. Prinsipnya beliau ini merupakan bagian dari entertainment, jadi bagian penghibur acara. Pure konsep kreatif," kata  Wishnutama.

Nah, tiga tahun kemudian, di sebuah kabupaten bekas Kerajaan Sumedanglarang, konsep cerita visual tentang pejabat publik naik sepeda motor kembali dibuat. Saya belum bisa menilai apakah konsepnya menjiplak habis video pembukaan Asian Games 2018 itu atau tidak. Sebab videonya belum tayang.

Tapi dari berbagai gunjingan dan foto-foto yang tersebar di media sosial, rasanya tak jauh beda. Setidaknya dari kostum tokoh pemerannya. Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah Sumedang naik sepeda motor menggunakan jas hitam, berdasi merah.  Cuma sepeda motornya barangkali yang CC nya beda kelas. Tapi penonton harap maklum. Dalam video Pembukaan Asian Games 2018 itu kan perannya presiden. Di sini cuma kepala daerah, wakil dan sekretarisnya.

Konon, pesan yang hendak disampaikan dari pembuatan video para pupuhu Sumedang naek motor adalah semacam jargon atau tagline bertuliskan: "Sumedang Melesat".   Ini terkait dengan semangat bahwa di Tahun 2022, Pemkab Sumedang akan menggelar pelayanan yang lebih cepat dan berkualitas. Begitu, katanya. Hehehe..Okelah kalau begitu. Dan mudah-mudahan memang terwujud begitu.

Tapi, jika bahasa selalu mengandung makna dan rasa, maka bagi saya rasanya ada yang kurang elok. Visualisasi  "Sumedang Melesat" dengan naik sepeda motor itu, ya datar-datar saja dan bahkan cenderung ketinggalan. Sebab, konon Sumedang ini mau jadi "happy digital region".

Dalam semangat "transformasi digital", kalau visualisasi simbolnya: sekadar naik sepeda motor, ya tukang ojek online saja sudah sedikit lebih baik daripada para pejabat dalam video itu. Setidaknya para tukang ojek online itu, para kaum jelata itu, sudah melibatkan teknologi digital, dalam kerjanya mencari nafkah.  

Jadi, untuk "Sumedang Melesat", kenapa tidak sekalian para pemeran dalam video itu pakai baju astronot, sebagai simbol hendak melesat ke batas langit. Atau jika mau berlatar budaya (karena Sumedang katanya Puseur Budaya Sunda), kenapa tidak para pemerannya mengenakan kostum Gatotkaca, Satria Pringgandani yang siap "sakolepat ngajomantara". Hehehe...

Ya semacam itulah!  Jangan tanggung-tanggung kalau bermimpi! Kalau masih meniru, apalagi menjiplak habis-habisan, saya khawatir, "Sumedang Melesat" malah "Meleset".  

Memang, dalam ranah apapun, tak ada yang benar-benar orsinil dalam sebuah kreasi. Tapi karya-karya kreatif sesungguhnya butuh sebuah kedalaman, tidak tiba-tiba seperti sebuah pop-up, meledak lalu meleleh begitu saja.

Masih mending kalau memang meledak. Bagaimana kalau "meledek" dan "mulek": hanya sekedar menyerap anggaran, tanpa makna, rasa, dan cacat arah dalam pencapaian tujuan.

Demikianlah. Semoga saja memang terbukti, "Sumedang Melesat" tahun depan.  Sebab sudah terlalu banyak jargon yang kita dengar, yang jika tidak terkelola dengan baik bisa-bisa mengaburkan substansi.

Akhirnya, saya merasa perlu menyampaikan kalimat bijak yang pernah diajarkan guru saya. bahwa: "Keberhasilan mencapai tujuan itu, bukan ditentukan oleh cepat atau tidak, tetapi mengarah atau tidak langkah kita semua mencapai tujuan".

Demikianlah. Selamat Tahun Baru 2022 !

(Ditulis oleh Kurniawan Abdurahman, Warga Sumedang)

Share:

24 Desember 2021

JELANG MALAM NATAL 2021 SAMAPTA POLRES SUMEDANG LAKUKAN STERILISASI GEREJA DAN PENYEMPROTAN DISINFEKTAN

GELAGAT.ID - Demi memastikan situasi kondusif di Malam Natal 2021, Satuan Samapta Polres Sumedang melakukan sterilisasi gereja-gereja di Kabupaten Sumedang, Jumat (24/12/2021).

Kasat Samapta Polres Sumedang AKP Anton Indra Gunawan menuturkan sterilisasi itu dilakukan agar dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada Umat Kristiani beribadah di Hari Raya Natal 2021.

Sterilisasi salah satu gereja di Sumedang oleh Samapta Polres Sumedang, Jumat (24/12/21)

"Untuk kegiatan hari ini kita melakukan kegiatan sterilisasi di gereja. Jadi sebelum pelaksanaan ibadah dimulai kita dari pihak kepolisian melaksanakan kegiatan sterilisasi baik di dalam gedung ataupun di luar gedung," tuturnya.

Hingga saat ini, AKP Anton mengatakan tidak temukan adanya indikasi yang sangat mencurigakan dalam hal keamanan.

Sementara terkait antisipasi terhadap penyebaran Omicron atau varian Covid-19 terbaru, polres juga melaksanakan penyemprotan disinfektan di area gereja.

"Selain itu kami juga berpesan agar para jemaat tetap menerapkan protokol kesehatan demi mengantisipasi penyebaran varian baru covid-19  yang disebut Omicron," tandasnya. (*/gelagat.id/humas-polres-sumedang)

Share:

HARI PERTAMA OPERASI LILIN LODAYA 2021 KAPOLRES CEK KESIAPAN TOL CILEUNYI-RANCAKALONG DAN SEJUMLAH POSPAM

GELAGAT.ID –  Jajaran Kepolisian Resort (Polres) Sumedang makin meningkatkan fokus pengamanan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Kapoles Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto dan Wakapolres Sumedang Kompol Asep Agustoni, pada hari Jumat (24/12/21) turun langsung melakukan pengecekan jalan Tol  Cisundawu dan sejumlah Pos Pengamaman (Pos Pam) di wilayah hukum Kabupaten Sumedang.

Pospam yang dicek antara lain Pos Pamulihan, Pos Sukatali, Pos Tanjungsari, dan Pos Jatinangor.

"Situasi hingga saat ini,  di hari pertama Operasi Lilin Lodaya 2021, di wilayah hukum Polres Sumedang arus lalin dan situasi kamtibmas masih kondusif dan belum ada lonjakan yang signifikan," terang Kapolres.

Kapoles Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto mengecek
kesiapan Tol Cisumdawu Seksi Cileunyi-Rancakalaong 

Terkait penggunaan Tol Cisumdawu, Kapolres menuturkan, di sektor Cileunyi menjelang nataru masih ada beberapa  hal terkait yang dilakukan hingga tanggal 28 Desember 2021.

"Namun untuk exit di Rancakalong infrastruktur sudah boleh dipasang kemungkinan juga bisa digunakan apabila setelah dicek lagi arus lalu lintas padat," tandasnya.

Namun, lanjut Kapolres, semua pengendara diimbau waspada dan berhati-hati apabila menggunakan tol seksi Cileunyi-Rancakalong.

"Karena tol ini belum selesai masih banyak material jalan yang mungkin bisa mengganggu perjalanan," imbau kapolres (*/gelagat.id/humas-polres-sumedang)

Share:

RIDWAN KAMIL: BANGKITLAH ANAK-ANAK MUDA SUMEDANG !

GELAGAT.ID - Kaum Muda Sumedang sebenarnya hebat-hebat. Namun selama ini banyak di antara mereka yang merasa semangatnya terkebiri  oleh sulitnya mendapatkan fasilitas untuk berkreasi.

Namun di penghujung 2021, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil "menyuntik" generasi muda Sumedang untuk bangkit.  Saat meninjau langsung progres pembangunan Gedung Creative Centre Sumedang, Kamis (23/12/21) siang, pria yang akrab disapa Kang Emil itu berharap generasi muda Sumedang benar-benar memanfaatkan Creative Centre tersebut.

"Bangkitlah anak-anak muda Sumedang, jangan ke Bandung terus, kan orang Sumedang hebat-hebat, tapi kalau tidak difasilitasi tidak terlihat kehebatannya. Sekarang dikasih gedung istimewa Creative Center ini," tegasnya.

Gedung Creative Centre Sumedang di seputar Bundaran Binokasih

Pembangunan gedung ini, kata gubernur, menghabiskan anggaran Rp 20 milyar. Dengan fasilitas gedung yang representatif ini, kata Emil, anak muda Sumedang diharapkan bisa mengeluarkan inovasinya.

"Sebentar lagi akan selesai pengerjaannya. Tolong anak muda Sumedang aktifkan, ramaikan, lahirkan inovasi kreasi, sehingga ekonomi kreatif anak muda Sumedang luar biasa," ucapnya. (*/gelagat.id)

Share:

YANG MAU BERWISATA KE CITENGAH-MARGAWINDU-CISOKA DIIMBAU HATI-HATI

GELAGAT.ID  Warga dan para wisatawan lokal diimbau untuk hati-hati dan waspada jika jelang pergantian tahun 2021-2022 memilih berwisata ke kawasan Citengah dan Margawindu. Pasalnya kawasan Selatan Kota Sumedang itu masuk dalam zona rawan longsor saat memasuki musim penghujan.

Seperti yang terjadi Kamis (23/12/21) dinihari, longsor terjadi di Dusun Cilangah Desa Baginda Kecamatan Sumedang Selatan. Hujan yang mengguyur deras sepanjang Rabu (22/12) malam telah mengakibatkan tebing setinggi 12 meter longsor.

Longsor yang terjadi di Baginda (23/12/21)

Akibatnya, tanah dan rumpun bambu menutupi badan jalan yang menjadi akses utama ke kawasan Wisata Citengah, Margawindu dan Cisoka.

Kepada wartawan, Bhabinkamtibmas Desa Baginda, Brigadir Dikdik Ilham Pratama menyebutkan, longsor terjadi sekitar pukul 04.30 WIB.

"Kronologis karena hujan dari jam 9 malam sampai subuh tadi, ini sampai menutup akses tiga desa, Cipancar, Citengah dan Baginda," ujarnya, di lokasi kejadian.

Warga setempat, Ira Apriani mengaku lokasi tersebut sering terjadi longsor, terutama saat musim hujan. Akibat kejadian ini mobilitas warga tiga desa terganggu.

"Sudah beberapa kali di sini sering longsor, apalagi kalau hujan seperti sekarang. Ini juga mau ke kampus, nggak ada angkot," tuturnya.

Memang, seperti diketahui sebelumnya, awal tahun 2021, tepatnya akhir Maret 2021  lalu, di kawasan Baginda-Cipancar-Citengah itu, terjadi longsor akibat hujan deras. Bahkan hingga menimbulkan korban jiwa, dan rumah penduduk.

Tentu saja, warga dihimbau waspada terutama saat terjadi hujan lebat. Demikian pula para pelancong yang hendak mendatangi sejumlah tempat wisata terkenal di kawasan tersebut. (*/gelagat.id)

Share:

SEKSI 1 "CISUMDAWU" SEGERA DIBUKA. YANG MAU NYOBA JALUR "CILEUNYI-RANCAKALONG" DIIMBAU HATI-HATI DAN WASPADA

GELAGAT.ID - Meski proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan belum rampung seluruhnya, namun pada hari Sabtu (25/12/21) rencananya akses tol dari Cilenyi hingga Pamulhan akan dibuka.

Hal ini didukung oleh fakta pengerjaan Seksi 1 Cileunyi-Rancakalong yang pada pertengahan Desember 2021 lalu sudah mencapai 98 persen.

"Saat ini pekerja masih fokus pengaspalan di Cileunyi. Namun demikian pengerjaan lain seperti fasilitas perlengkapan juga paralel dikerjakan untuk mengejar target selesai  akhir tahun 2021," ucap PPK Tol Cisumdawu Erwin Herlambang, kepada wartawan saat itu.

Tiga gerbang tol sudah disiapkan antara lain di Cileunyi, Jatinangor, dan Rancakalong.

ILUSTRASI:Terowongan Kembar Tol Cisumdawu

"Untuk pengenaan tarif, belum ada arahan nanti apabila ada keputusan resmi dari Pak Menteri, bisa dipastikan apakah berbayar atau tidak," tambahnya.

Ia mengimbau kepada pengendara yang akan mencoba Tol Cisumdawu nanti, untuk berhati-hati dan selalu mematuhi rambu-rambu lalulintas.

"Karena Tol Cisumdawu ini baru, sehingga kami himbau pengendara agar mematuhi peraturan-peraturan terutama mengatur kecepatan kendaraan supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan," pesannya.

Dalam kesempatan terpisah, Kapolsek Tanjungsari Kompol A. Nurzaman mengaku dibukanya Seksi 1 Tol Cisumdawu, yakni Cileunyi-Rancakalong, dinilai akan  mengurangi volume kendaraan dan mengurangi kemacetan di sekitar Alun-Alun dan Pasar Tanjungsari.

"Setiap hari, jalan raya Tanjungsari kerap terjadi kepadatan kendaraan, terutama di sekitar Pasar Tanjungsari dan sekitar alun-alun Tanjungsari, disebabkan banyak warga yang melakukan aktivitas disana. Kalau Cileunyi-Rancakalong nanti dibuka, itu tentu saja akan mengurai kemacetan di sana," ucap kapolrek kepada wartawan.

BACA JUGA:

LONGSOR JADI SEBAB TERTUNDANYA PEMBUKAAN TOL CISUMDAWU

Kapolsek menambahkan, jelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 diprediksi akan banyak kendaraan yang datang ke Sumedang. Ketika, pintu tol Cisumdawu dibuka dan keluar di Pamulihan otomatis kendaraan tidak akan melintasi objek vital di Tanjungsari.

"Jelang Nataru nanti akan mulai diberlakukan tanggal 24 pukul 00.00 WIB, artinya mulai besok bakal ada aktivitas di Pos Pam termasuk Tanjungsari, dan sudah dicek masing-masing Pospam oleh Kapolres untuk melakukan pengamanan," ucapnya.

Sementara, Kapolsek Pamulihan IPTU Andriyanto mengatakan, apabila terjadi kepadatan kendaraan arus lalu lintas di wilayah Pamulihan terutama di pintu Exit Tol dan pertigaan Simpang-Parakanmuncang, pihaknya segera memberlakukan one way yang dilakukan oleh tim urai Polres Sumedang.

"Alternatif lainnya sesuai arahan pimpinan kendaraan kendaraan kecil akan dialihkan ke jalan Rancakalong sampai Sumedang, kita akan koordinasi dengan Pospam Cimanggung untuk mengurangi arus lalu lintas jalur alternatif Simpang-Parakanmuncang ini sehingga tidak terjadi stak," ucapnya kepada Radar Sumedang. (*/gelagat.id)

Share:

22 Desember 2021

PERINGATI HARI IBU 2021, KAPOLRES SUMEDANG APRESIASI PENGORBANAN SOSOK SEORANG IBU

GELAGAT.ID - Dalam rangka memperingati Hari Ibu Tahun 2021 tingkat Kabupaten Sumedang, Kepolisian Resort (Polres) Sumedang menggelar bakti sosial yang dipusatkan di kawasan "Taman Endog" atau Taman Kota Sumedang, di Jalan Mayor Abdurahman, Kel. Talun, Kec.  Sumedang Utara, Rabu (22/12/2021)

Sasaran kegiatan baksos tersebut yaitu melaksanakan bakti sosial dengan membagikan 50 paket sembako serta uang tunai terhadap para pengendara sepeda motor dan mobil yang melintas, para pedagang kaki lima (PKL), para pengemudi becak atau cator, dan masyarakat sekitar lokasi taman telor.

"Pagi ini tanggal 22 Desember 2021  bertepatan dengan hari itu saya Kapolres Sumedang bersama pak Dandim (0610 Sumedang), serta bapak bapak dari Yonif Raiders 301 Prabu Kian Santang bersama ibu-ibu yang bekerja keras di kabupaten Sumedang ini,  bersama-sama melaksanakan bakti sosial," kata Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, di sela-sela acara.

Kapolres mengatakan, kegiatan peringatan Hari Ibu itu sebagai bentuk apresiasi kepada sosok seorang Ibu yang sangat berperan mengandung, melahirkan, dan membesarkan anak-anak mereka.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto berikan bingkisan
kepada seorang ibu, warga masyarakat dalam kegiatan Baksos Hari Ibu di Sumedang, (11/12/21

"Bahkan ada sosok seorang ibu yang harus bekerja keras untuk mencari mata pencaharian. Pada hari ini kita istimewakan ibu ibu ini seraya berdoa semoga ibu-ibu ini selalu diberikan kesehatan dan kedepannya akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik," tuturnya.

Dalam kegiatan tersebut hadir pula  Ketua Bhayangkari Cabang Sumedang Ny. Wenny Eko Robbyanto,  Dandim 0610 Sumedang Letkol Inf Zaenal Mustofa,., Danyonif Raiders 301 PKS Letkol Inf Muhammad Syaifudin Fanany,  Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang Nurmayani, SH,MH., Kepala Pengadilan Negeri Sumedang Flowwerry Yulidas, SH, MH, Wakapolres Sumedang Kompol Asep Agustoni, serta para pejabat struktural  Polres Sumedang lainnya (*/gelagat.id/humas-polres-sumedang)

 

Share:

TERNYATA ADA DUA UNDANG-UNDANG YANG BERBEDA TERKAIT PEMBEBASAN LAHAN UNTUK TOL CISUMDAWU

AKHIRNYA kita kembali mendapat kabar yang sama dengan tahun sebelumnya: PEMBUKAAN TOL CISUMDAWU KEMBALI DIUNDUR . Bupati Kabupaten Sumedang Bapak Dony Ahmad Munir kepada wartawan menyampaikan hal itu usai melakukan rapat koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait proyek tersebut pada Senin 20 Desember 2021 lalu.


Menurut Pak Bupati, persoalan pembebasan lahan yang belum selesai, baik lahan milik individu warga maupun tanah wakaf dan tanah kas desa, menjadi kendala utamanya. Yah demikianlah...Seperti yang pernah terjadi dalam proyek-proyek besar di Sumedang ini, Pembebasan Lahan selalu menjadi kendala utama.

Namun satu pernyataan positif Pak Bupati adalah pihaknya menegaskan bahwa pemerintah tidak akan zhalim kepada masyarakat.

Meski di satu siisi berharap proyek tol itu cepat selesai, tapi yang paling penting, menurut bupati adalah terpenuhinya hak-hak rakyat atas lahan yang belum terbebaskan.


Kita berharap itu terbukti.

Bagi saya sendiri yang cukup menggelitik adalah pernyataan bupati yang dikutip wartawan sebagai berikut;

"Adapun jika ada persoalan yang masih mengemuka (Soal Pembebasan Lahan), kita atasi dengan duduk bersama. Bahkan terakhir ada permasalahan terkait Tahun 2010 akan kita jelaskan terkait adanya perbedaan aturan dengan Undang-undang Tahun 2012"

Jadi ternyata ada dua regulasi atau Undang-Undang 2010 yang berbeda terkait masalah itu.  Seperti apa dan dimana letak soal perbedaan itu, ya biarlah menjadi bahasan di meja para pengambil kebijakan.

Yang terpenting adalah tak ada satu pun pihak, dalam hal ini adalah rakyat Sumedang yang terzalimi.

Sebagai warga masyarakat tentu saja selalu berharap hal yang baik dari setiap proyek pembangunan di Sumedang ini. Termasuk megaproyek Tol tersebut. Namun tak jarang harapan rakyat tak semuanya bisa tembus ke dinding ruang pembahasan para pengambil kebijakan.

Jika dalam pembebasan lahan saja, rakyat sudah kehilangan haknya (dan tentu saya tidak berharap hal itu terjadi), maka bagaimana soal kesejahteraan rakyat Sumedang itu sendiri ketika tol sudah jadi. Kasarnya, akankah Sumedang menjadi "kota mati" setelah tol itu jadi? Atau sebaliknya sanggup memaksimalkan add value dari keberadaan tol itu untuk kesejahteraan rakyat Sumedang?

Wallahualam Bisshowwab

Mari kita tunggu saja.

*) Kurniawan Abdurahman

Share:

LONGSOR MENJADI SEBAB TERTUNDANYA PEMBUKAAN TOL CISUMDAWU

GELAGAT.ID - Staf Ahli Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi  Nicky E. Kosasih mengatakan kepada wartawan, kendala terbesar yang sekarang dihadapi adalah terjadinya longsor di wilayah Desa Sirnamulya dan Desa Mulyasari Kecamatan Sumedang Utara.  Itu sebabnya, kenapa pembukaan Jalan Tol Cisumdawu kembali dimundurkan.

"Sekarang kami masih terus mencoba untuk mengatasi, karena memang longsoran menjadi kendala terbesar kami saat ini. Jadi kami butuh beberapa penyesuaian terkait konstruksi dan yang lainnya," sebut Nicky.

Salah satu titik lokasi Proyek Tol Cisumdawu di Sumedang

Karena itu, lanjut Nicky, rencana pembukaan Tol menjelang Nataru dapdipastikan sulit untuk dilakukan. 

BACA JUGA:

TIGA MEGAPROYEK YANG MENGUBAH SUMEDANG

TOL CISUMDAWU BATAL DIBUKA AKHIR TAHUN 2021


"Karena longsoran tadi dan terkendala cuaca sepertinya sulit bagi kami agar tol dapat segera digunakan di akhir tahun ini," terang Nicky.

Nicky menambahkan, progres pembangunan untuk Seksi 1, 2, dan 3 sudah mencapai 98 persen  Sedangkan untuk Seksi 4, 5, dan 6 masih bervariasi. 

"Kami juga menargetkan pembukaan (Tol) di bulan April 2022. Kami berharap sebelum lebaran kita sudah bisa membuka jalan Tol Cisumdawu," jelas Nicky. (*/gelagat.id)

Share:

TOL CISUMDAWU BATAL DIBUKA AKHIR TAHUN 2021

GELAGAT.ID - Pembukaan Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan yang sebelumnya digadang-gadang akan dimulai pada akhir Desember 2021, akhirnya kembali batal.  Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir memastikan hal tersebut.

" Saat ini masih dikaji secara teknis di lapangan oleh Dirjen Binamarga dan pihak terkait. Nanti akan ada penyampaian secara khusus kepada publik.," kata Dony kepada wartawan usai melakukan Rapat Koordinasi Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Senin (20/12) petang.

Bupati Dony menerangkan, ada beberapa poin yang telah diputuskan dalam pertemuan tersebut. Antara lain percepatan beberapa lahan yang belum selesai dibebaskan. Termasuk tanah kas desa dan tanah wakaf. 

"Tidak hanya itu, persoalan longsoran yang ada di daerah Sirnamulya dan Mulyasari akan cepat kita atasi. Serta beberapa hal yang berkaitan dengan hukum pun, pihak pengadilan dan kejaksaan siap mengakselerasi dan mengatasi sesuai dengan ketentuan yang ada," ujarnya.

Pintu Terowongan di Jalan Tol Cisumdawu

Kendati demikian, dalam hal ini Pemkab Sumedang menegaskan bahwa pemerintah tidak akan zalim kepada masyarakat selama proses penyelesaian jalan Tol Cisumdawu tersebut. 

BACA JUGA:

LONGSOR JADI SEBAB TERTUNDANYA PEMBUKAAN TOL CISUMDAWU

"Kita inginkan agar cepat selesai dan sukses tanpa ekses, karena jika tol ini berjalan berarti aksesibilitas akan semakin mudah. Selain itu, pergerakan orang dan barang akan semakin mudah yang tentunya akan menggerakkan ekonomi. Jadi pemerintah berkewajiban untuk meng-akselerasi," imbuh Dony.

Oleh karena itu, yang terpenting pihaknya masyarakat mendapatkan hak ganti untung dari proyek strategis nasional tersebut. 

"Adapun jika ada persoalan yang masih mengemuka, kita atasi dengan duduk bersama. Bahkan terakhir ada permasalahan terkait Tahun 2010 akan kita jelaskan terkait adanya perbedaan aturan dengan Undang-undang Tahun 2012," katanya. (*/gelagat.id)

Share:

2.600 BOTOL MINUMAN KERAS DIGILAS STOOMWALS DI MAKO POLRES SUMEDANG

GELAGAT.ID - Kepolisian Resort (Polres) Sumedang telah memusnahkan ratusan botol minuman keras berbagai merk hasil operasi penyakit masyarakat yang telah digelar beberapa waktu yang lalu. Pemusnahan itu dilakukan di lapangan Mako Polres Sumedang Selasa (21/12/21) dipimpin langsung oleh Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto.

Turut hadir dalam acara tersebut Dandim 0610 Sumedang Letnan Kolonik (Inf)  Zaenal Mustofa,  Danyon Raider 301/PKS Mayor (Inf) Wahyu Alfian Arisandi, Ketua Pengadilan Negeri Sumedang Kelas I B Flowerry Yulidas, Dansubdenpom III/2-1 Sumedang Kapten CPM Eko, Ketua MUI Kabupaten Sumedang KHR. Anwar Sanusi, serta sejumlah perwakilan ormas dan kepemudaan di Sumedang.

Pemusnahan Miras di Mako Polres Sumedang, (21/12/21)

Selain itu hadir pula Ketua Bhayangkari Cabang Sumedang Ny. Wenny Eko Robbyanto dan Ketua Persit KCK Cab XXI Kodim 0610/Smd Ny. Maharani Zaenal Mustofa.

“Hari ini Polres Sumedang bekerja sama dengan TNI dan Pemkab Sumedang melaksanakan pemusnahan miras hasil operasi dari tanggal 15 hingga 20 Desember 2021. Hasilnya kami berhasi menyita 2.600 minuman keras berbagai merek dan 187 liter tuak," ujar Kapolres.

BACA JUGA: Pastikan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 Kondusif Polres Gelar Razia

Dalam kegiatan tersebut, dilaksanakan pula deklarasi bersama Forkopimda beserta organisasi masyarakat, dalam rangka menghadapi perayaan natal dan tahun baru di Sumedang yang akan diberlakukan sesuai pengetatan protokol kesehatan yang berlaku

“Segenap elemen warga sumedang mendatangani deklarasi, Deklarasi ini akan dipasang di pusat kota Sumedang sebagai komitmen bersama,” terang Kapolres

Dia berpesan agar segenap warga dan generasi muda Kabupaten Sumedang bersama sama dengan Polres Sumedang memerangi minuman keras

“Kami mengharapkan seluruh elemen masyarakat dapat membantu tugas kepolisian dalam memberantas peredaran miras di wilayah hukum Polres Sumedang. Minuman keras merupakan sumber berbagai tindakan kriminalitas, serta kami berharap pada oerayaan natal dan tahun baru seluruh warga mentaati protokol kesehatan yang berlaku,” pungkasnya (*/gelagat.id/humas-polres-smd)

 

Share:

21 Desember 2021

BUMDES "MARGAMAKMUR" BIKIN TEROBOSAN DENGAN MENGGELAR PASAR RAKYAT

GELAGAT.ID - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) adalah lembaga usaha desa yang dikelola oleh masyarakat dan pemerintah desa dalam upaya memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi desa.

BUMDes didirikan berdasarkan kebutuhan dan potensi desa yang merupakan prakarsa masyarakat desa. Artinya usaha yang kelak akan diwujudkan adalah yang digali dari keinginan dan hasrat untuk menciptakan sebuah kemajuan di dalam masyarakat desa.

Dengan begitu, maka BUMDes jelas memiliki peran strategis, bahkan menjadi tulang punggung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Suasana Pasar Rakyat Marga Makmur saat senja

Terkait hal itu, sejak selesai melakukan restrukturisasi di akhir November 2021, BUMDes "Marga Makmur" yang dimiliki oleh Desa Margamukti Kecamatan Sumedang Utara Kabupaten Sumedang, langsung "tancap gas".

Direktur Utama BUMDes "Marga Makmur" Rida Faridah, S.Pd mengatakan, sedikitnya ada tiga hal yang menjadi prioritas program usaha BUMDes yang dipimpinnya, yakni memulihkan perekonomian warga desa dalam situasi pandemi  Covid-19,  mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Desa Margamukti, dan mengurangi angka kemiskinan.

Dalam kerangka itu, pada Hari Minggu (19/12/2021), lanjut Ridha, BUMDes "Marga Makmur" untuk pertama kalinya menggelar kegiatan "Pasar Rakyat Marga Makmur".  Lokasinya di pinggir jalan kabupaten yang menjadi akses menuju Jalan Tol Cisumdawu, tepatnya di Kampung Sukajadi Dusun Cisupa Desa Margamukti Kec. Sumedang Utara.

"Kita semua sepakat, pembangunan jalan tol ini harus memberikan dampak positif kepada masyarakat Kabupaten Sumedang. Ada jalan kabupaten menjadi akses ke pintu tol , yang lokasinya berada di wilayah hukum desa kami. Ini kami pandang strategis bagi warga desa kami khususnya untuk memperoleh manfaat dari keberadaan jalan tol itu.  Kami gak mau jadi sekedar penonton saja," tandasnya.

Spot Selfie di Pasar Rakyat Margamakmur
Melalui pasar rakyat itu, kata Rida,  masyarakat Desa Margamukti secara kreatif menampilkan berbagai potensinya, terutama yang memiliki nilai ekonomis.

"Ada yang menampilkan kesenian, ada yang berjualan hasil tani, produksi berbagai makanan olahan, dan sebagainya," jelasnya.

Lebih lanjut Rida menuturkan, Pasar Rakyat "Marga Makmur" ,  tidak sekedar menjadi tempat pertukaran barang dan jasa seperti halnya pasar-pasar biasa.

"Tetapi lebih dari itu, juga sebagai pusat rekreasi dan hiburan. Kita lengkapi dengan berbagai spot selfie, panggung hiburan rakyat, lesehan malam, acara "ngoyak lauk" di sungai dan sebagainya. Ya kita manfaatkan anugerah Tuhan berupa alam Desa Margamukti  untuk kita kelola sebaik-baiknya demi kesejahteraan warga," tuturnya.

Harapannya, jika tercipta suasana gembira di kalangan masyarakat, maka akan muncul gairah untuk usaha bersama-sama meningkatkan pendapatan ekonomi dan kesejahteraan.

Saat ditanya apakah nantinya tidak akan mengganggu pengguna jalan yang akan masuk ke area Tol Cisumdawu, Rida menjelaskan, lokasi yang digunakan itu berstatus jalan kabupaten, bukan jalur utama masuk ke Tol Cisumdawu.

"Iya tentu saja tertib administrasi kita tempuh. Izin dari pengelola proyek tol juga ada. Dan kita tetap memperhatikan protokol kesehatan, arahan dari polsek dan satgas mengenai ketertiban, keamanan, dan kenyamanan lalu lintas," pungkas Ridha. (*/gelagat.id)

 

Share:

DIKIRA BEKAS KUBURAN ETNIS TIONGHOA, TERNYATA INI SEJARAH PENYEBUTAN TEMPAT BERNAMA "GUNUNG CINA " DI SUMEDANG

GELAGAT.ID - Lingkungan Gunung Cina berada di RT.4 RW.2 Kelurahan Regolwetan Kecamatan Sumedang Selatan, sebelah utara Alun-Alun Kabupaten Sumedang.  Kini ada bangunan sekolah SMPN 9 Sumedang di kawasan tersebut.

Mengapa kawasan tersebut diberi nama Gunung Cina? Banyak yang mengira kawasan itu dinamai Gunugn Cina karena konon dulunya adalah tempat pemakaman atau kuburan orang-orang dari etnis Tionhoa. Ternyata bukan.

Gapura Lingkungan Gunung Cina

Latar belakang nama tempat "Gunung Cina" itu terkait dengan sebuah kisah di masa kepemimpinan Bupati Sumedang Pangeran Soeria Koesoemaadinata atau Pangeran Soegih.

Konon, pada masa Pangeran Soegih, datanglah sebuah rombongan warga etnis Tiongkok ke Sumedang. Untuk menunjukkan eksistensinya, mereka menantang para jawara silat di Sumedang untuk bertarung.

BACA : KISAH ADU TANDING PARA PENDEKAR CINA MELAWAN JAWARA SILAT SUMEDANG

Setelah dikalahkan oleh para jawara Sumedang, mereka berjanji untuk berbakti kepada pemimpin Sumedang. Maka Pangeran Soegih pun bersedia menampung rombongan etnis Tionghoa tersebut, dan menempatkanya di sebuah lahan sebelah utara Gedong Bengkok atau Gedung Negara sekarang.

Kawasan itu dulu rimbun oleh pepohonan dan semak belukar. Counternya sedikit lebih tinggi dibandingkan lokasi pemukiman penduduk Sumedang yang sudah ada.  Itu sebabnya, para penduduk kemudian akrab menyebut kawasan itu sebagai Gunung Cina.  (*/gelagat.id)

Share:

20 Desember 2021

ANUGERAH ITU BERNAMA WAKTU

ANUGERAH yang sama dilimpahkan Allah SWT kepada setiap mahluk di alam semesta ini adalah waktu. Tak peduli apa agamanya, apa bangsanya, miskin atau kaya, tua atau muda, apapun, semua melangsungkan kehidupannya dalam koridor waktu.

Kita pun meyakini, Allah mengatur perputaran bumi, bulan, dan matahari, serta peredaran bintang-bintang untuk dijadikan manusia sebagai dasar menentukan ukuran dan bilangan waktu.

Bilangan waktu itu konstan berjalan ke depan. Apa yang begitu luar biasa di masa lalu, menjadi cerita yang biasa-biasa saja pada saat ini. Dan apa yang begitu istimewa pada saat ini, mungkin akan menjadi hal yang biasa-biasa saja di masa yang akan datang. 

ILUSTRASI

Kitab suci dan sabda nabi mengajarkan kita untuk senantiasa memperhatikan waktu. Karena buah waktu yang bernama kesempatan atau momentum itu tak pernah berulang. Perilaku, perasaan dan pikiran manusia sajalah yang membuat  suatu peristiwa di masa lalu serasa berulang.

Cara maksiat di jaman purba sama saja dengan hari ini.  Langkah beramal sholeh di masa lalu sama dengan masa kini. tetapi waktu, sejak mulai diciptakan, senantiasa konstan ke depan. 

Seiring waktu, saya, anda, dan kita bisa memilih satu dari dua jalan yang disediakan: jalan fujuur atau jalan takwa. Seburuk-buruknya jalan atau jalan sebaik-baiknya jalan. Dan ingat, apapun  jalan yang dipilih menjadi bahan pertanggungjawaban.

Saya merenungkan, dengan ilmu yang beribarat setitik air saja di tengah samudera, manusia mampu merekam atau memfoto orang-orang atau peristiwa di masa lalu. Kita yang hidup hari ini, bisa mendengar suara atau melihat gambar orang-orang terdahulu. 

Singkatnya, jika di dunia ini saja jejak langkah manusia bisa ditelusuri, lantas masihkah saya, anda dan kita berani malu dengan bermaksiat? apa yang akan kita perbuat ketika segala rekaman hidup kita sejak ruh ditiupkan hingga ajal di kerongkongan, ditampakkan sedetil-sedetilnya, selengkap-lengkapnya ?

Demikianlah teman-teman;

Demi waktu..sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal baik, dan berpesan-pesan pada menjalankan kebenaran, dan berpesan-pesan pada menjalankan kesabaran.  (*/gelagat.id/Kurniawan Abdurrahman)


Share:

KENAPA SUSANTI? BUKAN SI UNYIL ?

DULU, anak-anak Indonesia tahun 1980-an sangat akrab dengan "Si Unyil".  Bahkan tokoh "Si Unyil" dalam film boneka yang ditayangkan Stasiun TVRI itu sepertinya menjadi identitas  Anak-Anak Indonesia di zaman itu.

Memasuki era 2000-an, sosok "Si Unyil" nampaknya tergeser oleh "Upin dan Ipin",  dua tokoh kembar dalam serial kartun "Upin dan Ipin", yang menjadi simbol anak-anak kampung di Negeri Jiran Malaysia.

Sementara itu, dalam dunia olahraga sepakbola, rivalitas antara Tim Nasional Indonesia yang berjulud "Skuad Garuda" dengan Timnas Malaysia yang berjuluk "Harimau Malaya" berlangsung sengit sejak dulu. Orang-orang menyebutnya "Derby Melayu".

Nah, dalam gelaran Turnamen AFF Suzuki Cup 2020, persaingan sengit terjadi lagi karena Indonesia dan Malaysia ada dalam satu grup. Dan pada pertandingan terakhir, Minggu (19/12/2021), "Skuad Garuda" menekuk "Harimau Malaya" dengan skor telak 4-1, sekaligus menyingkirkan  Malaysia dari turnamen.

Rivalitas kedua supporter timnas pun ramai dan panas di jagad maya. Barangkali karena pembatasan kapastias stadion akibat pandemi Covid-19, maka para supporters pun beradu meme dan bersilang komentar di media sosial.

ILUSTRASI

Uniknya, para supporters pun "saling serang" dengan bahasa simbol, menyeret tokoh "Upin dan Ipin" ke dalam "persaingan tersebut".

"Upin dan Ipin" jadi simbol Timnas Malaysia. Sementara "Susanti",  salah satu peran pendukung dalam FIlm Kartun Si Kembar "Upin dan Ipin" itu, menjadi simbol Timnas Garuda. Itu karena peran Susanti sebagai pendatang dari Jakarta yang menjadi teman Upin dan Ipin dalam cerita film kartun yang sangat digemari anak-anak di Malaysia dan Indonesia itu.

Dan setelah pertandingan terakhir Grup B AFF Suzuki Cup 2020 yang dimenangkan Skuad Garuda tersebut, maka seketika  meme dan gambar bertema "Susanti  Kalahkan Upin Ipin" menjadi viral di media sosial.

Hehehe.... supporter bola memang ada-ada saja.

Bagi saya sendiri, muncul sebuah pertanyaan, kenapa harus Susanti? Bukan Si Unyil? Yah..mungkin karena saya bocah tahun 1980-an. Tapi persoalannya bukan itu. Kenapa anak-anak Indonesia lebih mengidolakan Upin dan Ipin?  Tak sanggupkan para kreator dan sineas Indonesia zaman ini menciptakan tokoh fiktif bagi anak-anak seperti  Si Unyil di era 1980-an?  

Di rumah, saya senang ketika anak bungsu saya menyukai film kartun "Nusa dan Rara". Alhamdulillah..meski memang dia pun berjingkrak-jingkrak depan layar kaca saat tayar seril Upin dan Ipin. Demikianlah.  (*/gelagat.id/kurniawan)

Share:

KADES MARGAMUKTI KEC. SUMEDANG UTARA TERUS IMBAU WARGA BUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA

GELAGAT.ID - Kepala Desa Margamukti Kecamatan Sumedang Utara, N. Siti Nuraeni Sofa,  sangat menaruh perhatian penting pada kebersihan lingkungan di desanya.  Dalam berbagai kesempatan kades perempuan yang akrab dipanggil Teh Rinrin itu selalu memberikan himbauan agar warganya senantiasa berperilaku hidup sehat, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga lingkungan sekitarnya  agar tetap bersih.

ILUSTRASI: Kades Margamukti "ngaliwet bareng" bersama warga  

"Menjaga kebersihan itu selain memang kebutuhan kita, juga adalah tuntutan agama. Menurut ustadz, Kebersihan itu adalah sebagian dari Iman. Maka mari kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Bu Kuwu, saat berbincang dengan gelagat.id, di ruang kerjanya, Senin (20/12/2021)

Tak cuma itu, dalam akun media sosialnya, Rinrin juga kerap memposting imbauan kepada warganya untuk tidak membuang sampah sembarangan.

"Saya terus mengimbau agar kita semua bersih diri, bersih lingkungan, dan hidup sehat. Kita mulai dari hal  yang barangkali dianggap sepele, mari kita buang sampah pada tempatnya," tandas Rinrin.

Semangat Rinrin untuk memajukan Desa Margamukti  agar terkategori "desa mandiri" memang begitu kuat.  Baru sekitar sebulan sejak dilantik menjadi kades, hasil Pilkades Serentak 2021, Rinrin langsung ngebut, menyerap aspirasi mengunjungi dusun-dusun di wilayah kerjanya.

"Ya memang harus ngebut kan Kang. Bagi saya, jabatan itu amanah dan harus dijalani dengan penuh rasa tanggungjawab," tegasnya. (*/gelagat.id)

Share:

19 Desember 2021

"RUMAH GENIUS" GELAR WORKSHOP PENINGKATAN MUTU KEPENULISAN

GELAGAT.ID- "Rumah Genius" SMP Negeri 1 Tanjungmedar segera menggelar kegiatan "Workshop Peningkatan Mutu Kepenulisan"  bagi para siswa dan guru.

Kegiatan tersebut akan digelar dua hari berturut-turut, mulai Selasa (21/12/2021) hingga Rabu (22/12/2021).

Poster Workshop "Rumah Genius"

Kepala SMPN 1 Tanjungmedar, Dadan Andana, M.Pd mengatakan, workshop itu adalah bagian dari upaya menumbuhkembangkan semangat dan gerakan literasi  demi menyongsong peradaban baru yang dikenal dengan istilah "Masyarakat 5.0".

Dadan berpandangan, dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, dunia berkembang begitu cepat. Pelan tapi pasti perilaku dan cara pandang masyarkaat terus berubah.

"Nah, tentu saja semua pihak harus berfikir dan melangkah bagaimana menyiapkan generasi kita ke depan. Institusi sekolah punya tanggungjawab besar dalam hal tersebut," tegas Dadan, kepada www.gelagat.id, melalui sambungan telepon, Minggu (19/12/2021).

Dadan menegaskan perlunya penumbuhan kesadaran atas modal awal manusia yaitu Qalbu, Akal, dan Fisik (QAF) atau dengan sebutan lain optimalisasi Tangan Otak Hati (TOH) yang bersinergi dengan Hight Orther Thingking Skill (HOTS). Semua itu bisa diejawantahkan dalam aktivitas proses kreatif menulis.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Wahyu,S.Pd, menyampaikan, pada hari pertama para peserta akan mengikuti sesi tatap muka dengan sejumlah narasumber di bidang kepenulisan dan publikasi.

Para nasarumber itu antara  lain, Kurniawan Abdurahman, jurnalis/penulis/aktivis di Sumedang. Kemudian Dadan Andana, penyair dan penggiat literasi, serta Agus S Saefullah, penggiat dunia publising.

Setelah tatap muka, para peserta kemudian akan mempraktekkan bagaimana menjalani proses kreatif dalam menyusun kata dan kalimat menjadi suatu tulisan utuh yang berkualitas.

Selanjutnya, pada hari kedua, para peserta akan mengikuti kegiatan workshop secara online. Di rumah masing-masing, para peserta akan diminta membuat karya tulis lalu didiskusikan bersama melalui "zoom meeting".

"Setelah usai mengikuti seluruh sesi dalam workshop tersebut, para peserta akan mendapatkan sertifikat," pungkas Wahyu. (*/www.gelagat.id)

 

Share:

KISAH ADU TANDING PARA PENDEKAR KUNGFU TIONGHOA MELAWAN JAWARA-JAWARA SILAT SUMEDANG

GELAGAT.ID - Sejak Dekade 1970-an hingga dekade 1990an, Film-film Kungfu produksi Hongkong membanjiri Bioskop dan rental-rental kaset video di tanah air, termasuk di Sumedang.

Rumah saya dulu di Jalan Pangeran Geusan Ulun No. 136 Sumedang, tepat di seberang Kantor BNI 46 Sumedang, dan kini telah menjadi sebuah Dealer Motor. Hanya sekitar 50 meter dari rumah saya dulu, ada Gedung Bioskop Diana Theatere yang sekarang menjadi kantor sebuah bank syariah. Jadi, tak heran bila saya cukup mengingat film-film hongkong masa-masa itu.

Contoh Cuplikan Film Kungfu 
Melalui film-film itulah Kungfu sebagai produk kebudayaan China menyebar dan mendunia. Harus diakui, di jaman itu, masyarakat banyak lebih mengenal gaya berkelahi Bruce Lee dibanding Syabandar, Cimande, atau aliran-aliran lainnya dalam pencak silat.

Padahal, ada kisah menarik tentang Adu Tanding antara para pendekar Kungfu China dengan Jawara Silat Sumedang, di jaman Pangeran Suria Kusumahadinata atau Pangeran Sugih, yang menjadi Bupati Sumedang periode 1836-1882.

Dalam buku “Masjid Agung dan Sekitarnya” yang ditulis oleh Deddi Rustandi, terbit tahun 2013 lalu, di jaman Pangeran Sugih, datanglah serombongan etnis China ke Sumedang.

Entah alasan apa rombongan China ini datang ke Sumedang. Penulis buku itu pun juga tidak menerangkan darimana rombongan itu datang. Penulis buku hanya menerangkan, kedatangan rombongan Tionghoa itu ke Sumedang berdekatan waktunya dengan rencana Pangeran Sugih untuk merelokasi Masjid Agung Sumedang yang mulai dilakukan pada tahun 1850.

Nah, ketika tiba di Sumednag, dalam suatu kesempatan, rombongan etnis Tionghoa itu ingin menunjukkan eksistensi dan budaya mereka, termasuk kelihaian ilmu beladiri kungfu. Dengan lantang mereka mengatakan ingin menjajal kemampuan beladiri jawara-jawara Sumedang.

Tantangan seperti itu, diladeni oleh jawara-jawara silat Sumedang. Gelanggang adu tanding pun segara dibuat. Di kawasan yang saat ini disebut lingkungan Kaum Sumedang, pada saat itu pernah ada sebuah tempat yang disebut "Kalangan", sebuah arena tempat untuk berlatih dan bertanding silat.

Maka bertarunglah para pendekar kungfu dengan jawara-jawara silat Sumedang dengan seru disaksikan oleh Pangeran Sugih, para tokoh dan warga sekitar kota Sumedang serta seluruh rombongan etnis Tionghoa tersebut.

Hasilnya, adu kedigjayaan itu dimenangkan oleh jawara-jawara Sumedang. Rombongan etnis Tionghoa itu mengaku kalah dan menyerah. Sebagai tanda menyerah, mereka menyatakan mengabdikan diri kepada bupati dan para tokoh Sumedang.

Pangeran Sugih pun kemudian memberikan lahan bagi mereka untuk tinggal di Sumedang. Pangeran Sugih menempatkan mereka di sebelah utara alun-alun Sumedang. Nah saat ini, bekas tempat pemukiman rombongan etnis Tionghoa itu kini bernama Lingkungan Gunung Cina, RT.2 RW 4 Kelurahan Regolwetan Kecamatan Sumedang Selatan.

Selanjutnya, karena sudah menyatakan diri siap mengabdi kepada bupati dan para tokoh Sumedang, maka Pangeran Sugih pun kemudian memerintahkan mereka untuk membantu pembangunan Masjid Agung Sumedang.

Hasilnya, warna kebudayaan China nampak dalam arsitektur Masjid Agung Sumedang yang bisa kita lihat hingga saat ini. Yang paling jelas terlihat adalah susunan atap masjid yang bersusun tiga, mirip dengan bangunan-bangunan tradisi Tionghoa.

Warna dan pengaruh kebudayaan China dalam keseharian masyarakat Sumedang yang juga bisa disaksikan bahkan dinikmati hingga saat ini adalah Tahu.

Meski telah populer dengan sebutan TAHU SUMEDANG, tetapi cikal bakal penangan Tahu yang curintik itu dikembangkan oleh warga keturunan etnis Tionghoa bernama Babah Bungkeng. (*/gelagat.id/Kurniawan)

 

Share:

KISAH RATU CLEOPATRA, YANG SANGGUP "MENELAN" 10 RIBU LAKI-LAKI

 "Dengan memperhatikan cara seseorang bercinta, kita akan tahu lebih banyak tentang kepribadiannya daripada hanya dengan analisa biasa".

KALIMAT di atas ditulis oleh Maurice Nadeau, editor Les Letters Nouvelles, sebagai pembuka dalam buku The Intimate Sex Lives of Famous.

Buku tersebut tampil seperti sebuah ensiklopedi asmara, dilengkapi dengan fakta-fakta seputar kehidupan seks dari sekitar 200 nama-nama populer di dunia, seperti misalnya Karl Marx, Charlie Chaplin, Naoleon Bonaparte, dan sebagainya.

Dalam tulisan kali ini, mari kita simak bagaimana kehidupan seks seorang Ratu Cleopatra, Sang Ratu Mesir yang konon memiliki kecantikan yang sangat memikat dan sensualitas yang tinggi.

Liz Taylor berperan sebagai "Cleopatra", 1963
sumber: 
https://www.flickr.com/photos/lorenjavier/5686218192

Dalam sejarah, Ratu Cleopatra dikenal sebagai pelopor penggunaan komestik untuk mempercantik penampilan seorang perempuan. Figurnya digambarkan sebagai seorang ratu cantik nan cerdas. Konon, wanita berdarah bangsawan Yunani-Macedonia ini menguasai bermacam-macam bahasa pergaulan dunia saat itu.

Dia sangat terkenal dan terkategori sebagai selebritas dunia di masanya. Kisah cintanya berkali-kali dibuat novel dan difilmkan. Antara lain film "Cleopatra" yang diproduksi para sineas Hollywod sekitar tahun 1963.

Jika melihat sosok Elizabeth Taylor yang cantik dan tampil seksi sebagai Cleopatra di film itu, imajinasi kita tentu saja akan langsung setuju bahwa sang ratu itu memang sangat cantik. Tapi jika melihat gambaran dari patung mummy-nya, bisa jadi anda akan berfikiran lain. Meski memang, bentuk tubuhnya cukup sensual dan penuh pesona mengundang syahwat bagi laki-laki yang bertemu dengannya.

Sejak dulu, para penulis Yunani memang sudah mengetahui betapa Cleopatra adalah seorang petualang dalam urusan seks.  Dia diberi gelar "Meriochane", yang berarti "perempuan yang sanggup menelan sepuluh ribu laki-laki". Wow..!

Kiri: Deskripsi wajah Cleopatra berdasarkan patungnya

Konon, Cleopatra sudah mengenal hubungan seks saat berusia 12 tahun. Pada usia 21 tahun ia menjalin hubungan asmara dengan Julius Caesar, Sang Kaisar Romawi yang berusia 52 tahun.  Sang kaisar menjadikannya gundik. Sebab menurut hukum Romawi saat itu, ia tak mungkin memperistri Cleopatra, karena sudah mempunyai seorang permaisuri. 

Caesar sangat memujanya. Hasrat birahinya selalu terpuaskan. Maka ia pun membuat patung Cleopatra  di sebuah kuil tempatnya memuja Dewi Venus. Nah, tindakan ini kemudian yang menimbulkan rakyat Roma.

Dengan dalih ingin mempunyai anak laki-laki sebagai penerusnya, Caesar kemudian memboyong Cleopatra ke Roma. Ini yang menimbulkan polemik. Rakyat Roma kebanyakan menentang kehadiran Cleopatra, dan menyebutnya perempuan jalang. Para penjaga di Istana Roma kerap menyanyikan lagu-lagu ejekan yang menyebut Cleopatra seorang pelacur.

Faktanya, rakyat roma membenci itu bukan karena kecantikannya yang telah meledakkan hasrat Caesar. Tetapi karena Cleopatra berdarah Yunani, musuh besar bangsa Roma.

Galau karena kurang diterima rakyat Roma, diam-diam Cleopatra bermain api dengan Marc Antonius seorang panglima tentara Romawi.

Saat Caesar terbunuh, Cleopatra pulang ke Mesir. Dia menyimpan dendam dan segera menyusun siasat baru agar penguasa Romawi dapat kembali dalam kendali asmaranya.

Suatu ketika, Roma mengutus Marcus Antonius melakukan inspeksi ke wilayah Mesir. Tahu akan hal itu, Cleopatra girang hatinya. Saat Marcus Antonius beserta balatentara Romawi tiba, penyambutan dilakukan. Bukan saja meriah, tapi juga bikin seluruh tentara dan panglimanya "panas dingin".

Cleopatra tampil menyambut dengan gaun ala Dewi Venus. Tubuhnya yang memang sensual, berbalut sutra tipis warna biru.

Pesta dilangsungkan dalam suasana dan suguhan yang erotis, termasuk "Tarian Dewa Laut Glaucus". Konon, dalam tarian itu, sang penari tampil bugil. Seluruh tubuhnya dicat biru, melenggak-lenggok penuh rayu, lalu berguling-guling di lantai.

Para pasukan mesir mabuk kepayang. Dan Marcus Antonius masuk kamar, takluk dalam pesona sang ratu.

Singkat cerita, Marcus Antonius pun memujanya. Ia kembai ke Roma, untuk menceraikan Octavia, istrinya. Dan di Mesir, Cleopatra sudah mengandung bayi dari benih Antonius.

Saat tiba di Roma, Marcus Antonius malah berselisih dengan Octavian, adik istrinya. Pasukannya dikalahkan oleh Pasukan Octavian dalam sebuah peperangan di Actium. Balatentara Ocatavian kemudian mengeruduk Mesir, mencari Cleopatra.

Tahu situasi bahaya terjadi, Cleopatara berusaha sembunyi. Namun kabar yang diterima oleh Antonius, menyebut Cleopatra sudah mati. Karena sedih, Antonius menghujamkan pisau tepat ke ulu hati. Saat sekarat, tiba kabar baru yang menyebut Cleopatra masih hidup. Maka Antonius pun segera menuju Cleopatra. Namun terlambat. Ajal menjemputnya tepat dipelukan Cleopatra.

Sadar sudah kehilangan segalanya, Cleopatra  kembali menggunakan kecantikan dan sensualitas tubuhnya, merayu Octavian. Namun gagal.  Akhir cerita, Cleopatra kemudian pun memilih bunuh diri di depan mayat kekasihnya. Antonius dan Cleopatra pun mati berpelukan.  (*/gelagat.id/sumber: Majalah "Zaman" Edisi 23 Januari 1982)

Share:

18 Desember 2021

MERENUNGI TAHUN KEDUA PANDEMI COVID-19

KITA berada di penghujung tahun 2021. Entah seperti apa kesulitan dan kegalauan kita masing-masing menjalani setiap detik, jam, hari, minggu, dan bulan, dalam tahun kedua masa pandemi ini. Tapi kita layak bersyukur masih diberi kesempatan untuk melanjutkan hidup, ketika ada keluarga, dan karib kerabat kita yang berpulang, akibat Covid-19.

Kita semua tahu, Covid-19 tak cuma mengancam keselamatan nyawa dan rasa aman, tetapi juga kenyamanan dan kewajaran hidup, sebelum ia datang. Fitrah kita yang memang memiliki rasa takut terhadap mati, seperti dipermainkan, diombang-ambing, dihentak-hentak.

Akhir tahun 2020 lalu, saya pernah berbincang dengan seorang teman. Betapa gagahnya ia berkata tak takut dengan Covid-19. Dan dengan agak lantang berujar bahwa Covid-19 cuma rekayasa, sekedar cara konspiratif yang dilakukan untuk menguasai jalan pikiran dan perasaan publik dunia, demi menegakkan satu ideologi tertentu. Karena itu, ia tegas melawan dengan "Ketidakpercayannya".

Saya sendiri sudah mendapat vaksin pertama Covid-19 per Pebruari 2021. Saya sempat percaya diri bisa sedikit bebas beraktivitas dalam situasi pandemi. Tapi rasa percaya diri itu sebentar saja. Sebab pada akhir Maret 2021, Bupati Sumedang pun yang paling awal dan telah dua kali mendapat vaksinasi, ternyata harus merasakan terinfeksi, positif terkena Covid-19.

Sampailah pada suatu ketika, memasuki pertengahan tahun 2021. Dalam suasana yang sedikit "longgar" sehabis Hari Raya Iedul Fitri 1442 Hijriah, tiba-tiba terjadi lonjakan kasus positif. Di Kabupaten Sumedang, sirine ambulan tiap hari berbunyi. Rumah sakit kehabisan daya tampung. Dokter dan paramedis mulai menyatakan kelelahan. Dan satu per satu orang yang kami kenal akrab wafat. Saat itulah"ketidakpercayaan" temanku puan pelan-pelan meluntur.

Ia kemudian sama dengan saya, menjadi orang-orang yang takut, dan terus ditakut-takuti oleh narasi kematian. Betapa tidak. Saat itu, di kawasan Kota Sumedang, hampir di setiap lingkungan, menara-menara masjid mengumumkan warga yang meninggal lebih sering dari biasanya.

Bahkan terjadi, dalam satu hari tiga kali pengumuman kematian terdengar dari pengeras suara masjid. Memang tidak semuanya dinyatakan akibat Covid-19. Tetapi suasana sudah terlanjur mencekam.

Satgas penanggulangan Covid-19 Sumedang pada akhir bulan Juni (29/6/) 2021 meriris  angka tertinggi lonjakan kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19, yakni 122 kasus. Bulan-bulan sebelumnya berada di bawah angka 50 kasus. Tapi itu yang terdeteksi dan tercatat. Asumsinya, dengan persepsi yang masih berbeda, jangankan yang tak bergejala, mereka yang terkena gejala pun tidak serta merta memeriksakan diri. Dan pilihannya ada dua;  sembuh total, atau wafat dengan  beragam komorbid.

Tapi segalanya terus berjalan. Dan memang haruslah tetap diyakini bahwa Kehidupan dan Kematian semata-mata milik Tuhan. Sebab sulit untuk menjelaskan sebuah fakta yang saya saksikan sendiri di mana seorang tua yang berusia lanjut tidak otomatis terinfeksi Covid-19 sekalipun anaknya yang tinggal dalam satu rumah justru bergejala positif Covid-19 dan nyaris kehilangan nafas akibat sulitnya mendapatkan tabung oksigen. Satu-satunya argumen logis sebagai orang awam soal itu adalah barangkali "daya kekebalan" tubuh orang tua itu memang hebat. Titik.

Daya Kekebalan Tubuh atau Imunitas, itu kata kuncinya. Maka, pemerintah pun sejak Agustus 2021 mendesakkan vaksinasi. Tak tanggung-tanggung, tentara dan polisi terlibat aktif. Bahkan pada titik tertentu menjadi yang terdepan, dengan berbagai program vaksinasi. Tujuannya membangun kekebalan komunitas (heurd immunity). Targetnya berstandar WHO, minimal 70 % warga dalam suatu zona/kawasan kabupaten/kota mendapatkan vaksinasi. Merek vaksinnya macam-macam. Tetapi yang paling umum adalah Sinovac, buatan China.

Akhir November 2021, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang mengumumkan target vaksinasi sudah 70 %. Tinggal kelompok anak usia dini dan orang tua usia lanjut yang belum tergarap maksimal. Maka suasana pun agak sedikit longgar. Setidaknya razia disiplin protokol kesehatan oleh Satpol PP dan Aparat Kepolisian sejak November 2021 tak lagi nampak di permukaan. Kabupaten Sumedang berada pada Level 2 PPKM.

Lantas selesaikan ancaman Covid-19 ? Ternyata tidak. 

Konon telah muncul Omicron, varian baru Covid-19 yang telah melanda di sejumlah negara tetangga. Informasinya masih simpang siur. Ada ahli kesehatan yang menyebut lebih berbahaya. Tapi seorang mantan menteri yang juga ahli kesehatan sebaliknya menyebut Omicron tidak seganas varian sebelumnya.

Nah, lagi-lagi fitrah rasa takut pada kematian dan kegalauan kita akan ketidakpastianlah yang "diserang".

Tetapi, seperti kata pepatah, "alah bisa karena biasa". Jika kekebalan tubuh sangat ditunjang oleh cara berfikir kita. maka berfikir positiflah. Toh sudah dua tahun kita hidup dalam situasi pandemi. dan sepanjang tahun ini kita menyaksikan banyak hal, termasuk rasa sedih dan kehilangan.

Senang rasanya, ketika pandemi justru melahirkan cara-cara berfikir baru yang jauh lebih kreatif, open minded, dan meninggikan kembali rasa kemanusiaan kita. Di penghujung tahun ini misalnya, para seniman dan insan kreatif Sumedang bisa kembali berkreasi, sekalipun dengan cara baru yang disebut Hybrid.

Secara global, umat manusia memang bertranformasi dan ber-evolusi menuju suatu tatanan baru, tanpa banyak terjadi pertumpahan darah seperti dekade-dekade sebelumnya.

Di sini, kita pun harus menyadari, bahwa pada tahun-tahun ke depan, sekalipun secara sosial kita telah "sembuh", tetapi "kesembuhan" itu terjadi setelah kita mengalam "sakit". Mari buka pikiran kita, dan berubahlah, menuju kualitas hidup yang lebih baik. (*)

-- Kurniawan Abdurahman, Penulis, Wartawan, Budayawan, Warga Sumedang, dalam pergaulan sehari-hari kerap dipanggil "Mang Ncus"

Share:

PASTIKAN NATARU KONDUSIF, POLISI GELAR RAZIA KE SEJUMLAH TEMPAT KARAOKE DAN HIBURAN MALAM

GELAGAT.ID - Jajaran kepolisian resort (polres) Sumedang berupaya keras menciptakan suasana kondusif jelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Pada Kamis (16/12/2021) malam, Satuan Narkoba Polres Sumedang menggelar operasi ke sejumlah tempat hiburan malam di Kabupaten Sumedang.

Razia tempat hiburan malam di Sumedang, Kamis (16/12/2021) malam
Kasat Narkoba Iptu Bagus menjelaskan dalam pelaksanaan tugas operasi tersebut, diterjunkan 41 personil.

"Dan dalam operasi kali ini di fokuskan ke  tiga tempat hiburan malam yaitu arrosa, pesona dan King," ujarnya, Jumat ( 17/12/21 ).

Iptu Bagus menuturkan, dalam operasi tersebut jajaranya melakukan tes urine kepada pengunjung tempat hiburan secara acak. Hal itu untuk memastikan tempat hiburan yang berada di wilayah Sumedang tidak dijadikan peredaran narkoba.

Dari pemeriksaan tes urine  sebanyak 20 orang baik terhadap pengunjung maupun pemandu lagu tidak di temukan yang positif semuanya negatif.

"Dari hasil operasi, ditemukan pengunjung yang minuman keras beralkohol . Saat ini yang bersangkutan kami amankan langsung kami amankan," tegasnya. (*/humas-polres-smd/gelagat.id)

Share:

SATNARKOBA POLRES SUMEDANG MENYITA RATUSAN BOTOL MIRAS

GELAGAT.ID -  Menjelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, Satuan Narkoba Polres Sumedang melakukan operasi razia minuman berkadar alkohol tinggi (minuman keras) di wilayah hukum Kabupaten Sumedang.

Razia Miras oleh Satnarkoba Polres Sumedang, Jumat (17/12/2021)

Berbagai jenis miras dari mulai pabrikan hingga tradisional seperti ciu atau tuak, diamankan.

Kasatnarkoba Polres SUmedang Iptu Bagus mengatakan, razia tersebut dilakukan sebagai upaya cipta kondisi agar pada saat pelaksanaan natal 2021 dan malam pergantian tahun 2021-2022 masyarakat bisa tenang, aman, nyaman dan kondusif.

"Operasi dilaksanakan oleh jajaran unit narkoba Polres Sumedang di sejumlah tempat dalam wilayah hukum Kabupaten Sumedang," tandasnya.

Kasat menjelaskan, dari hasil razia itu, di amankan sebanyak 311 botol miras dan 25 liter miras jenis tuak. bnantinya, seluruh barang bukti hasil penyitaan tersebut, akan dimusnahkan di halaman markas Polres Sumedang.  (*/humas-polres-smd/gelagat.id)

Share:

JALAN PENGHUBUNG CIBUBUT-CISOKA SEGERA DIPERBAIKI WARGA DESA CIBUGEL SENANG

 GELAGAT.ID - Pemerintah Kabupaten Sumedang terus menggenjot perbaikan infrastruktur guna meningkatkan roda perekonomian warga.

Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir memastikan, dalam waktu dekat jalan penghubung Desa Citengah (Sumedang Selatan) dengan Desa Cibubut (Cibugel) diperbaiki.

Menurutnya, akses Cibubut - Cisoka akan memperpendak jarak kampung-kampung terpencil Desa Cibugel Kecamatan Cibugel, menuju ke pusat Kota Sumedang.

"Insya Allah tahun depan (2022) Cibubut Cisoka akan diperbaiki. Jalan itu sehari-hari dilewati oleh warga untuk arus orang dan barang. Kalau sudah diperbaiki maka jarak ke Cibugel ke kota atau sebaliknya bisa lebih dekat dan menghidupkan kembali perkonomian masyarakat dikawasan itu," ujarnya disela siaran langsung Magrib Mengaji Online, Rabu (15/12) petang.

Terpisah Kepala Desa Citengah Otong Sumarna menyebutkan, sejak diperbaikinya akses jalan menuju Cisoka Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan, perkebunan Teh Margawindu-Cisoka menjadi lokasi favorit untuk berwisata alam.

Selain memudahkan para wisatawan untuk berkunjung, perbaikan akses Jalan Citengah-Cisoka juga telah membantu para petani penggarap perkebunan teh Margawindu Cisoka mobilitas keseharian mereka khususnya ketika memetik dan mengangkut teh.

"Infrastruktur dari Citengah menuju Cisoka sudah banyak perkembangan. Tahun 2013 sampai dengan Tahun 2018, jalan sulit dilalui oleh roda empat, bahkan oleh roda dua sekalipun karena rusak, hancur sampai ke perkebunan Margawindu," sebut Otong

Sementara itu, salah seorang pengelola wisata kawasan Cisoka, Khatab,  menyebutkan, dengan adanya perbaikan jalan Cisoka dari segi ekonomi dan wisata banyak peningkatan.

Pasalnya selain masyarakat Sumedang yang berkunjung ke Cisoka, banyak pengunjung wisata dari berbagai daerah yang datang di antaranya Bogor Karawang dan Tangerang.

Oleh karenanya, ia mendukung usaha Pemerintah untuk terus meningkatkan infrastruktur jalan menuju lokasi-lokasi wisata.

"Kami para pengelola usaha akan mengembangkan destinasi wisata yang lain sehingga sektor wisata yang ada di Kabupaten Sumedang, lebih banyak dan semakin menarik lagi dan dapat bersaing dengan kabupaten/kota lain," tukasnya.

Sedangkan salah seorang pemilik warung di wahana wisata Cisoka asal Desa Cipancar, Dadan, merasa sangat terbantu dengan adanya dibukanya akses jalan ke Cisoka.

Ia berharap pemerintah dapat mendukung para pelaku usaha kecil yang kurang lebih ada 50 pedagang di sepanjang jalan Citengah-Cisoka. Terlebih banyak berdatangan wisatawan sehingga sedikit mendongkrak perekonomian para pedagang kecil-kecilan di Cisoka.

"Alhamdulillah dengan adanya Cisoka ini, saya memiliki penghasilan dengan memiliki warung kecil-kecilan. Sebelumnya saya hanya bekerja serabutan, dan karena masih pandemi dan musim hujan, untuk hari-hari biasa seperti ini ya kadangkala sepi. Tapi alhamdulillah untuk hari libur masih banyak yang berkunjung," katanya. (*/gelagat.id)

Share:

PEMKAB SUMEDANG MENGKLAIM, ADA RIBUAN ORANG YANG DATANG KE SUMEDANG DI TAHUN 2021

GELAGAT.ID-Sampai dengan bulan Desember 2021, tercatat ada 41 rombongan dari luar Kabupaten Sumedang yang melakukan studi banding ke Sumedang. Mereka berasal dari berbagai instansi tingkat kabupaten/kota, provinsi,  bahkan kementrian, serta lembaga-lembaga lainnya se-Indonesia.

Sekretaris Daerah Sumedang Herman Suryatman mengatakan, data tersebut dapat diartikan, ada ribuan orang yang datang ke Kabupaten Sumedang, menginap, makan, beraktivitas, berbelanja dan beli oleh-oleh di Sumedang. Maka secara otomatis hal tersebut menjadi nilai tambah bagi geliat perekonomian di Sumedang.

Sementara itu, dalam sebuah acara di Jatinangor, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyebutkan bahwa untuk mendongkrak perekonomian warga, sebanyak 6 titik destinasi unggulan akan dibangun di kawasan exit Tol Cisumdawu.

"Direst area kami siapkan 70 persen untuk UMKM, jadi pada intinya, keberadaan wisata untuk bisnis dalam menghadapi Keberadaan Tol Cisumdawu. Dimana tempat wisatanya tidak hanya pemandangan, tapi seni budaya dan wisata pemerintah juga," ucap bupati.

Dia menambahkan, akses jalan menuju lokasi wisata, sebenarnya sudah banyak yang diperbaiki, dan harus bersyukur, jangan membandingkannya dengan kesempurnaan, namun dengan sebelumnya.

"Sebelumnya jalan pada jelek sekarang sudah pada bagus, jika untuk pelebaran ya kita nanti usahakan karena butuh anggaran besar. Tapi sekarang kita mensyukuri jalan sudah pada bagus ke beberapa lokasi wisata," ucapnya.

Bupati kemudian mengajak untuk bersama-sama membangun Sumedang, dan harus optimis menatap kedepan.

"Kita punya tagline untuk tahun depan yakni Sumedang melesat melayani dengan cepat dan berkualitas," ucapnya. (*/gelagat.id)

Share:

17 Desember 2021

PEMDES MANGUNARGA KECAMATAN CIMANGGUNG AKAN BANGUN ALUN-ALUN DESA SEKALIGUS OBYEK WISATA

GELAGAT.ID-Kepala Desa Mangunarga Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang H. Pepen  mengatakan banyak aset dan potensi di desanya yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. Salah satunya dengan membuka wisata.

Kades dan Perangkat Desa Mangunarga meninjau lokasi

"Langkah awal kami berupaya membangun salah satu Destinasi wisata Desa yang bisa juga menjadi Alun-Alun Desa, dengan memanfaatkan lahan desa yang ada. Kontur wilayahnya memang sedikit berbukit, tepatnya diwilayah Dusun Cihandarusah RW.08," kata Pepen.

Lokasi tersebut, terang Pepen, sangat strategis dijadikan kawasan wisata alam.

"View-nya sangat bagus ketika kita melihat kebawah pemandangan perkotaan dan kawasan industri nampak sangat jelas sekali,” ujarnya, didampingi Sekdes Ade Kurniawan.

Jika alun-alun desa itu terwujud, maka kata Pepen, akan menjadi lokasi wisata yang potensial, dengan dilengkapi area bermain anak-anak, sarana olah raga, Spot Photo Selfi dan sajikan kuliner khas masyarakat sekitar.

“Saya berharap dukungan dari semua stakeholder, untuk mewujudkan impian kami mensejahterakan masyarakat kami, baik itu dukungan dari pemerintah daerah, provinsi maupun pusat,” pungkasnya. (*/gelagat.id).

Share:

GANTI RUGI BELUM JUGA DITERIMA MESKI LAHANNYA SUDAH TENGGELAM, OTD JATIGEDE MENUNTUT LEWAT PENGADILAN NEGERI SUMEDANG

GELAGAT.ID - Sebanyak 28 kepala keluarga (KK) dari warga yang terkena dampak (OTD) pembangunan Bendungan Jatigede mengajukan proses ganti rugi ke Pengadilan Negeri Sumedang. Hal itu karena hingga saat ini, Kamis (16/12/2021) ganti rugi atas lahan dan bangunan mereka yang tergusur proyek tersebut belum dibayar.

Salah seorang OTD, Empar Suparta mengatakan, proses ganti rugi mereka terlewat. Mereka terpaksa memprosesnya ke Pengadilan Negeri Sumedang, lantaran mereka belum menerima ganti rugi sejak kepindahan mereka dari wilayah genangan pada awal penggenangan waduk dimulai, tahun 2015 lalu.

Empar Suparta, Warga OTD Jatigede 
"Pada pembayaran tahap pertama tahun 1983 itu rumah saya terlewat dan sampai sekarang belum dibayar. Sekarang kami minta pembayaran ganti rugi untuk rumah yang belum dibayar," kata Empar, kepada para wartawan, usai mediasi di PN Sumedang, Kamis (16/12).

Kata Empar, sejak Oktober 2021 lalu dirinya sudah menjalani sidang 2 kali, dan mediasi sebanyak 4 kali. Namun hingga saat ini belum ada keputusan ganti rugi akan dibayar.

"Ada 28 KK yang mengajukan gugatan. Pengajuan sudah dimasukan sejak 2019. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian dengan alasan yang tidak jelas," ucapnya.

Padahal, lanjut Empar, permasalahan tersebut sudah dicatat oleh tim verifikasi dan kajian komplain pertanahan Kementerian PUPR.

Meski begitu Empar mengakui, dirinya sudah menerima uang kerohiman kategori perama sebesar Rp 122 juta. Selain itu, tanah dan kandang ternak juga sudah dibayar.

"Sebetulnya banyak kasus seperti ini, hanya mungkin karena kami orang kampung jadi malas mengurusnya. Sudah sidang dan mediasi beberapa kali, tapi tidak ada titik temu," katanya.

Dikatakan, sidang gugatan akan kembali digelar pada 30 Desember 2021. Empar berharap uang ganti rugi yang menjadi hak OTD segera dibayarkan. (*/gelagat.id)

 

 

Share:

KEWENANGANNYA MENGELOLA DANA DESA MERASA DIKEBIRI RATUSAN KADES BERGERAK KE JAKARTA

GELAGAT.ID-  Resah dengan keluarnya Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 tentang rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2022, para kepala desa dari Kabupaten Sumedang yang bergabung Asosiasi Pemerintahan Seluruh Indonesia (Apdesi) Sumedang mengikuti aksi damai ke Jakarta menuntut revisi atas perspres tersebut.

Ketua DPC Apdesi Sumedang Andre Y. Mochtar, SE melalui Sekretaris Pipin Aripin Munawar, S.Pd.I mengatakan aksi tersebut berdasarkan Surat DPP (Dewan Pimpinan Pusat) APDESI (Asosiasi Pemerintahan Seluruh Indonesia ) Nomor : 06.40/B/DPP APDESI/XII/2021 tentang Laporan Hasil Rapat Pimpinan DPP APDESI menyikapi Perpres Nomor 104 tahun 2021.

Apdesi Sumedang ikut unjukrasa ke Jakarta, Kamis (16/12)

"Seluruh DPD Apdesi sepakat bahwa seluruh pengurus harian dan ketua DPC APDESI diseluruh Indonesia menolak pasal 5 Ayat (4) Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 tentang rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara  tahun anggaran 2022, karena Desa berwenang untuk mengatur dan mengurus Dana Desa sesuai hasil permusyawaratan di Desa berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa," ucap Pipin kepada wartawan sebelum berangkat aksi, Kamis (16/12).

Pipin menjelaskan, Ia menambahkan,  dalam pasal 5 (4) Dana Desa penggunaanya untuk program perlindungan sosial berupa BLT desa paling sedikit  40persen, program ketahanan pangan dan hewani palkng sedikit 20persen.

"Selain itu dujungan pendanaan penanganan covid paling sedikit 8 persen dari alokasi DD tiap desa," ucapnya.

Para kepala desa, kata Pipin, menuntut presiden untuk merevisi Perpres dimaksud, dan Bupati dan DPRD Kabupaten Sumedang membuat petisi penolakan terhadap pasal 5 ayat (4) Tahun Anggaran 2022 terhitung sampai tanggal 15 Desember 2021.

"Kami juga meminta Peraturan Bupati tentang Dana Desa untuk peruntukan tahun 2022 ditunda sebelum pasal 5 ayat (4) Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 tentang rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara  tahun anggaran 2022 direvis," tambahnya. (*/gelagat.id)

Share: