KAWASAN PATUNG CADAS PANGERAN

Kawasan Patung Cadas Pangeran, bulan Nopember 2021 lalu

Ruas Jalan Tol Cisumdawu di Kawasan Sumedang Kota Masih Dalam Proyek Pengerjaan

Jalan Tol Cisumdawu menjadi salah satu megaproyek yang akan banyak mengubah tatanan kehidupan di Kabupaten Sumedang

Peninjauan Proyek Tol Cisumdawu oleh Kemenko Kemaritiman dan Investasi

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan saat meninjau lokasi proyek Tol Cisumdawu di Sumedang pada Bulan September 2021

WASPADA COVID-19 VARIAN OMICRON

Covid-19 Omicron mulai menyerang Indonesia. Waspadalah. Tetap tenang dan disiplin dengan protokol kesehatan

TIDAK ADA LIBUR PANJANG SEKOLAH JELANG NATARU 2022

Demi mengantisipasi penyebaran Covid-19 Omicron pemerintah menjadwal ulang kalender pendidikan sehingga tidak ada libur panjang jelang natal 2021 dan tahun baru 2022

12 Maret 2022

BUSYET... RANGGA AMIRULLAH MUSLIM "UGAL-UGALAN" DEMI MASYARAKAT SUMEDANG

GELAGAT.ID - Pandemi Covid-19 yang melanda sejak dua tahun terakhir ini memunculkan berbagai kesulitan yang harus di alami oleh segenap masyarakat di Kabupaten Sumedang dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini. 

Namun di sisi lain, juga memberi ruang lahirnya hal-hal baru, termasuk kesempatan bagi tokoh-tokoh baru untuk berjibaku menjaga dan memelihara harapan masyarakat demi kehidupan yang lebih baik.

Rangga AM (duduk, berkemeja putih) saat aksi
pembagian Sembako, Jumat (11/3/2022) di
Ling.Keboncau Kel.Cipameungpeuk, Sumedang Selatan

Salah satu dari sedikit tokoh muda yang muncul di Sumedang adalah Rangga Amirullah Muslim. Dia menginisiasi terbentuknya  "Ruang Aksi Manfaat" atau disingkat RAM, sebagai wadah aktivitas sosial dan kemanusiaan untuk masyarakat Sumedang.

Pada hari Jumat (11/3/2022) lalu, Rangga bersama RAM nya, menggelar pembagian sembako kepada masyarakat Lingkungan Keboncau Kelurahan Cipameungpeuk Kecamatan Sumedang Selatan. Pembagian 75 paket sembako tersebut dipusatkan di salah satu masjid di lingkungan tersebut.

"Negara punya kewajiban untuk mensejahterakan rakyatnya. Tetapi untuk itu perlu pula tangan-tangan yang ikut berperan aktif membantu pemerintah melaksanakan tugas itu," tegas Rangga.

Peran aktif tersebut, kata Rangga, tak sekadar wacana atau adu mulut di ruang diskusi. Tetapi perlu diwujudkan, dilakukan secara nyata dan terasa langsung oleh masyarakat yang membutuhkannya.

“Saya berharap paket sembako ini dapat terus memacu semangat mereka untuk menjaga rasa gotong dan kebersamaan  terutama di saat sulit seperti saat ini," ujar pria yang juga tercatat sebagai Ketua PDK Kosgoro Kabupaten Sumedang tersebut.

Aktivitas Rangga bersama RAM-nya tak hanya membagikan paket sembako. Rangga juga membuka kesempatan dan memberikan beasiswa kuliah bagi para lulusan SLTA. Sudah lebih dari 100 orang anak-anak muda Sumedang yang mendapatkan fasilitas beasiswa yang disedikan RAM, dan berkuliah di berbagai perguruan tinggi yang ada di Jawa Barat.

Selain itu, Rangga juga menggandeng komunitas Lentera Bersapma dan SAPMA Pemuda Pancasila Sumedang untuk melakukan pendataan PMKS di Sumedang.

"Semoga kami dapat terus menginspirasi tokoh yang lain untuk dapat memperhatikan masalah yang ada ditengah masyarakat dan menjawab persoalan tersebut walaupun hanya sikap dan perbuatan sederhana itu sangat berdampak," katanya.

"Resep ibu mah ningal na. Masih muda tapi sudah menunjukkan kepedulian kepada masyarakat. Ibu berharap Kang Rangga tiasa janten pemimpin Kabupaten Sumedang," ujar Ny. Titin, warga Keboncau, Cipameungpeuk, saat dimintai tanggapannya.

Jika dibandingkan tokoh-tokoh muda dalam Generasi Milenial saat ini, aksi Rangga bersama RAM-nya tergolong "ugal-ugalan". 

Lantas, siapakah Rangga Amirullah Muslim ?

Dari berbagai sumber yang berhasil dirangkum, Rangga Amiruloh Muslim adalah putra kelahiran Sumedang. Pendidikan dasar dan menengahnya ditempuh di Sumedang. 

Ia merupakan alumni SMAN 3 Sumedang. Kemudian berhasil meraih master di bidang Hukum Tata Negara dari Universitas Diponegoro, dan kini telah menjadi kandidat Doktor (S3). Sejak SMA dia aktif di berbagai organisasi sosial. Hal ini menjadikannya peka terhadap berbagai persoalan yang dialami masyarakat dan mendorongnya berusaha keras untuk memberikan solusi dan manfaat dalam kehidupan masyarakat, khususnya di Kabupaten Sumedang. (gelagat.id)

Share:

10 Maret 2022

POLRES SUMEDANG TANGKAP PENGEDAR DAN PENGGUNA SABU

GELAGAT.ID– Polres Sumedang menggelar konferensi pers pengungkapan kasus Narkoba di wilayah Kab. Sumedang, Kamis 10 Maret 2022. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, S.H., S.I.K., M.P.I.C.T., M.I.S.S didampingi Kasat Res Narkoba AKP Bagus Panuntun, S.H., KBO Sat Narkoba IPTU Hajid Abdullah, S.H, serta Kasi Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana.

Pers Rilis Pengungkapan Kasus Narkoba, Kamis (10/3)

AKBP Eko Prasetyo Robbyanto menyampaikan kasus ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumya, dimana Polres Sumedang sebelumnya sudah mengamankan tersangka O.A yang ditangkap pada tanggal 13 Januari 2022 di Masjid Nyalindung Paseh, berdasarkan keterangan O.A, dia mendapatkan narkotika jenis sabu dari A.H.H als GOPET.

Kemudian pada hari Minggu 06 Maret 2022, A.H.H als GOPET diamankan di rumah kontrakannya di daerah Kadipaten Kabupaten Majalengka, dan didapatkan sejumlah barang bukti berupa 14 (empat belas) paket diduga Narkotika jenis Sabu dengan berat 4,50 gram (empat koma lima puluh gram), 1 (satu) buah pipet kaca, 2 (dua) buah sendok yang terbuat dari sedotan, 1 (satu) buah timbangan digital, 1 (satu) buah alat hisap sabu/bonk, 2 (dua) pack plastic klip bening, 1 (satu) buah gunting, 1 (satu) pack sedotan dan 1 (satu) buah Handphone. Setelah diintrogasi A.H.H mengaku bahwa Narkotika jenis Sabu tersebut merupakan miliknya yang didapat dari Sdr. RIAN (DPO) dengan maksud untuk diedarkan kembali.

Selain kasus A.H.H als GOPET, Pada hari Jumat 18 Februari 2022, Polres Sumedang juga mengamankan tersangka J.S di daerah Cimanggung Kab. Sumedang, setelah digeledah ditemukan barang bukti berupa 23 (dua puluh tiga) butir Obat Psikotropika jenis Alprazolam 1 mg dan 1 (satu) unit Handphone Realme C11 warna hijau berikut sim card yang disimpan didalam saku celana yang sedang tersangka pergunakan.

Setelah diintrogasi, J.S mengatakan bahwa barang bukti tersebut merupakan miliknya yang didapat dengan cara membeli dari temannya Sdr. A.A, Kemudian Satuan Reserese Narkoba Polres Sumedang melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tersangka A.A dirumahnya pada hari dan tanggal yang sama di daerah Cicalengka Kab. Bandung, setelah dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berbagai macam Obat jenis Psikotropika dan Obat Keras Tertentu dengan jumlah 3.020 (tiga ribu dua puluh) butir. Tersangka A.A mengungkapkan bahwa barang bukti tersebut didapat dari Sdr. BENI (DPO),dengan maksud dan tujuan untuk diedarkan Kembali.

Kapolers Sumedang menegaskan bahwa Polres Sumedang akan terus melakukan pengembangan dari kedua kasus tersebut sebagai bentuk upaya menekan angka Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkoba khususnya di wilayah Kab. Sumedang. (gelagat.id/humas-polres-smd)

Share:

07 Maret 2022

AGUS MUSLIM PERINTAHKAN KELUARGA BESAR PEMUDA PANCASILA SUMEDANG MENCATAT DAN MENGURUS DOKUMEN KEPENDUDUKAN ANAK YATIM DAN ANAK TERLANTAR

GELAGAT.ID - Hingga saat ini masih banyak pihak yang abai terhadap pentingnya memiliki dokumen kependudukan seperti Akta Kelahiran, Kartu Keluarga (KK) bahkan KTP dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang valid.  Padahal dokumen kependudukan tersebut sangat penting sebagai bukti keabsahan seorang warga negara.

"Akta kelahiran, KK, NIK, adalah hak dasar yang harus dipenuhi oleh seluruh bangsa Indonesia," tandas Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila  Kabupaten Sumedang, Drs. Agus Muslim, kepada gelagat.id, Minggu (6/3/2022).

Terkait hal itu, pria yang akrab dipanggil AM ini memerintahkan kepada seluruh anggota, kader, lembaga  pengurus struktural  hingga tingkat ranting untuk mendata dan mengurus dokumen kependudukan para anak yatim piatu, anak terlantar dan anak berkebutuhan khusus, yang belum memilikinya.

Ketua MPC PP Sumedang, Drs. Agus Muslim

"Sedikit orang yang memikirkan dan berbuat untuk mereka. Karena itu, dengan memohon rahmat dan hidayat Allah SWT, saya perintahkan seluruh keluarga besar PP Sumedang untuk mencatat, mengurus, dan memperjuangkan hak-hak dasar tersebut, supaya mereka bisa hidup layak dan lebih baik. Semoga Allah SWT  memberkahi kita semuanya. Sekali layar terkembang, surut kita berpantang," tegas AM.

Lebih lanjut, AM ini menuturkan, sudah menjadi doktrin dan kewajiban bagi anggota dan kader PP untuk menuntut dan membela hak-hak dasar sebagai warga negara, demi mencapai cita-cita masyarakat yang adil dan makmur.

"Perlu diketahui, PP adalah ormas sosial. Jadi pada hakikatnya yang masuk PP adalah mereka yang memang bermasalah secara sosial. Tapi di organisasi ini kami semua belajar bersosialisasi dengan benar. Faktanya, tidak sedikit orang yang sudah terbina di PP ini berubah menjadi  problem solver untuk masalah-masalah sosial. Oleh karena itu, jangan aneh jika masih banyak keluarga kami yang masih dalam tahap belajar (bermasalah sosial). Mereka masih perlu dibina," pungkasnya. (gelagat.id)

Share:

25 Februari 2022

HEBOH AGUS MUSLIM TEMPATI PERINGKAT 1 POLLING CALON BUPATI SUMEDANG

GELAGAT.ID - Pemilihan Kepala Daerah (PIlkada) Sumedang baru akan terjadi pada 2024 mendatang. Namun publik Sumedang mulai dihebohkan dengan sebuah polling  secara online dalam situs https://pollie.ap. Untuk lebih jelasnya silahkan klik: HASIL POLLING

Dalam polling tersebut, ada 12 nama tokoh Sumedang, termasuk Bupati Sumedang  saat ini Dony Ahmad Munir. Dan hingga Jumat (25/2/2022) pukul 13.36, data sementara hasil polling menunjukan nama Agus Muslim, Ketua MPC Pemuda Pancasila Sumedang, menduduki urutan 1 dengan 2.680 suara. 

Drs. Agus Muslim saat berceramah tentang Literasi Digital

Jumlah suara tersebut  mengalahkan sosok Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir yang berada di urutan kedua dengan 813 suara. Sementara urutan ketiga ditempati  Asep Kurnia dengan 567 suara. Sisanya tersebar kepada sembilan nama tokoh lainnya. Total jumlah suara yang masuk sudah mencapai angka 5.521 suara. Dan diperkirakan akan terus bertambah, hingga batas waktu yang telah ditentukan oleh pihak yang membuat polling tersebut.

Hasil sementara polling tersebut menarik dicermati dan konon membuat heboh publik Sumedang khususnya para pengamat, aktivis, dan elit-elit politik di Sumedang.

Saat mencoba dikonfirmasi perihal hasil polling tersebut melalui sambungan telepon, Agus Muslim mengucapkan terima kasih atas apresiasi masyarakat yang telah memberikan suara kepada dirinya dalam polling tersebut. Namun pria yang dikenal dengan inisial AM tersebut belum berkomentar lebih lanjut terhadap hasil polling tersebut.

"Saya belum dapat berkomentar lebih lanjut. Tapi saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah meng-klik pilihan kepada saya," ujarnya singkat.

Untuk diketahui sosok AM sendiri selain sebagai Kepala Dinas Kominfosanditik Sumedang, dikenal sangat aktif berorganisasi. Dia menjadi Ketua MPC Pemuda Pancasila Sumedang sejak tahun 2013 hingga saat ini. Dia pun memimpin DPC. Syarikat Islam Sumedang 2021-2026. Selain itu dia menjadi pemilik klub sepakbola PERSES Sumedang.  (*/gelagat.id)

Share:

RANGGA AMIRULLAH MUSLIM SERUKAN KADER KOSGORO 57 SUMEDANG BERJIBAKU MENANGKAN ACE HASAN

GELAGAT.ID - Jelang musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) Partai Golkar Jawa Barat, Ketua Terpilih PDK Kosgoro 1957 Kabupaten Sumedang, Dr (C) Rangga Amirullah Muslim, S.Ap,M.H menegaskan, PDK Kosgoro 57 Sumedang solid mendukung Ace Hasan sebagai Ketua Definitif DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat.

“Kosgoro 1957 Kabupaten Sumedang dengan semangat yang baru dan kepengurusan yang baru dengan tegas meyakini Ace Hasan sangat berdampak positif dengan kepempinan beliau, itu yang kami rasakan di daerah ketika kepempinan beliau ” Kata Rangga, Selasa (22/02/2022).

Ketua Terpilih PDK Kosgoro Sumedang, Rangga Amirullah Muslim

Karenanya, Rangga menyerukan kepada seluruh kader Kosgoro 1957 Sumedang berperan dan berjibaku memperjuangkan serta mengawal kemenangan Ace Hasan kedepan.

"Saya serukan kepada seluruh struktur dan segenap jaringan organisasi Kosgoro 1957 khususnya Kabupaten Sumedang mengawal dan memperjuangkan Ace Hasan sebagai Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat pada Musdalub nanti," tandas pria yang akrab dipanggil Kang Rangga ini.

Sementara itu, sebagai komponen dan fungsionaris DPD Partai Golkar Sumedang  Kang Rangga pun mendesak DPD Partai Golkar Sumedang untuk mendukung sosok Ace Hasan memimpin Partai Golkar Jawa Barat.

"Tidak ada lagi tawar menawar mengenai Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Barat. Harus sosok Ace Hasan. Kami akan mengawal sesuai dengan intruksi PPK Kosgoro 1957 & PDK Kogosoro 1957 Provinsi Jawa Barat," tegasnya.

Rangga pun meyakini, di bawah kepemimpinan Ace Hasan, Partai Golkar Jawa Barat akan lebih sigap melakukan konsolidasi, menata dan menyiapkan instrumen menghadapi Pemilu 2024. (*/gelagat.id)



 

Share:

20 Februari 2022

MERACIK PIKIR DAN RASA (SERI 3): AL-MALIK -- MAHARAJA

ALLAH Swt. Maharaja, raja diraja, raja dari segala raja. Demikianlah asmaul husna ketiga: Al-Malik.

Kata malik merupakan derivasi dari malaka-yamliku-mulkan yang terdiri dari tiga bentukan fonem /m/, /l/, dan /k/. Arti dasarnya sudah diserap kedalam bahasa Indonesia sendiri menjadi memiliki---terjemahan yang fonemnya tak jauh dari kata asal.



Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan milik sebagai kepunyaan; hak. Sementara raja didefinisikan sebagai penguasa tertinggi pada suatu kerajaan.

Al-Qur’an sebagai sumber pengambilan asmaul husna sendiri menyebutkan malik dua belas kali. Tujuh ayat merujuk malik kepada manusia, misalnya dalam ayat-ayat berikut:

أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدْتُ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُمْ مَلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا

Adapun perahu itu adalah milik orang miskin yang bekerja di laut; aku bermaksud merusaknya, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang akan merampas setiap perahu. (QS Al-Kahf [18]: 79)

وَقَالَ لَهُمْ نَبِيُّهُمْ إِنَّ اللَّهَ قَدْ بَعَثَ لَكُمْ طَالُوتَ مَلِكًا ۚ قَالُوا أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِنَ الْمَالِ ۚ قَالَ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ ۖ وَاللَّهُ يُؤْتِي مُلْكَهُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ 

Dan nabi mereka berkata kepada mereka, “Sesungguhnya Allah telah mengangkat Talut menjadi rajamu.” Mereka menjawab, “Bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak?” (Nabi) menjawab, “Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik.” Allah memberikan kerajaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui. (QS Al-Baqarah [2]: 247)

Dan di lima ayat, malik merujuk kepada Allah Swt. seraya memberi penegasan bahwa dialah malik yang sebenarnya:

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُقْضَىٰ إِلَيْكَ وَحْيُهُ ۖ وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا 

Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenar-benarnya. Dan janganlah engkau (Muhammad) tergesa-gesa (membaca) Al-Qur’an sebelum selesai diwahyukan kepadamu, dan katakanlah, “Ya Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku.” (QS Thaha [20]: 114)

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ ۚ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ 

Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS Al-Hasyr [59]: 23).

 

***

Anak bungsu saya sekarang usianya dua tahun. Akhir-akhir ini secara instingtif, dia tengah belajar tentang kepemilikan. Contoh kasus, awalnya dia tidak merespons apa pun kalau mainannya dimainkan oleh kakaknya. Sekarang dia mulai protes, “Dede! Dede!” Mungkin maksudnya, “Aa, ini punya Dede! Jangan dimainin!” Demikianlah terjadi dalam banyak kasus.

Rupanya dalam psikologi perkembangan anak, hal itu memang bagian dari proses normal pertumbuhan anak. Dan, jika arahan orangtua atas proses alamiah ini salah, walhasil sikap yang terbentuk di anak bakal menjadi pelit dan serakah. Lantas, kenapa Allah memberi manusia rasa akan kepemilikan sedemikian rupa sehingga tanpa arahan yang benar, menjadi benih-benih keserakahan? Ataukah ini bagian dari upaya Allah memberi pengajaran kepada manusia untuk bisa memahami-Nya, termasuk memahami tentang kepemilikan Allah terhadap langit dan bumi beserta segala isinya? Kepemilikan Allah terhadap manusia sendiri?

Saya teringat akan ungkapan seorang ulama sufi, Yahya bin Muadz Ar-Razi:

مَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّهُ

Artinya, “Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.”

Mengenal diri sendiri: karakter, pola, hal-hal naluriah sebagai manusia, merupakan upaya untuk mengenal Tuhan, termasuk tentang kepemilikan. Memiliki sesuatu adalah membentuk ikatan terhadap sesuatu itu. Jika ikatan itu disadari sebagai ikatan yang tak abadi, maka tak mungkin muncul sikap pelit dan serakah. Jika ikatan itu disadari sebagai ikatan pemberian, ikatan yang diamanahkan, maka kenapa harus meratapi saat ikatan itu diambil oleh si empunya?

Sertifikasi kepemilikan bumi. Tiba-tiba saya teringat frasa ini. Tanah dan bumi ini milik siapa? Mengapa dunia dan manusia menjadi seruwet ini jadinya?

إِنَّا نَحْنُ نَرِثُ الْأَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ 

Sesungguhnya Kamilah yang mewarisi bumi dan semua yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kami mereka dikembalikan. (QS Maryam [19]: 40)

 

وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ مِنْ بَعْدِ الذِّكْرِ أَنَّ الْأَرْضَ يَرِثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ 

Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauh Mahfuzh), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh. (QS Al-Anbiya’ [21]: 105)

 

Pertanyaannya, sesaleh apa kita sehingga berhak menjadi ahli waris Al-Malik?

Share:

09 Februari 2022

ALI SADIKIN "SI MAUNG CANGKUDU"

 

PADA TAHUN 2010, Bupati Sumedang saat itu Dr. H. Don Murdono  didukung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, mengusulkan Raden Ali Sadikin, atau orang Jakarta memangilnya Bang Ali Sadikin, sebagai  Pahlawan Nasional.  Tayangan ini adalah sekelumit kisah Ali Sadikin putra Sumedang, "Sang Maung Cangkudu" , yang berhasil menyulap Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Kota Metropolitan modern di jamannya.

*

Urang Sumedang yang gagah, tampan, dan cerdas itu adalah Ali Sadikin, "Si Maung Cangkudu". Ia menyulap Jakarta yang karut marut, menjadi  kota metropolitan moderen, dalam kurun waktu lebih kurang sebelas tahun masa kepemimpinannya sebagai GUbernur DKI Jakarta.

Ali Sadikin saat muda
Sumber: National Film Board Canada, 1971

Pasca negara dilanda huru hara 30 September 1965, di akhir senja kekuasaannya,  Bung Karno membuat satu keputusan cerdas:menunjuk dan melantik Ali Sadikin sebagai Gubernur DKI Jakarta pada tanggal 28 Juli 1966 di Istana Negara.

Dalam benak Bung Karno:  Ali Sadidin yang dia sebuat sebagai si Kopig atau si Keras Kepala, adalah figur yang cocok untuk membangun kembali jakarta. Tak tanggung, Ia menduetkan Ali Sadikin dengan RHA. Wiriadinata, sebagai Wakil Gubernur DKI, yang juga Urang Sumedang.

Dengan kata lain, Duet Urang Sumedang itulah yang memimpin Kebangkitan Jakarta sebagai ibukota negara pasca Tragedi 1965.

Teman-teman,

Setelah Soekarno jatuh dari kursi kepresidenan, nasib politis yang harus diterima oleh para pejabat tinggi sipil maupun militer yang terkait dengan orde lama, atau yang dilantik Bung Karno adalah disingkirkan. Masuk penjara atau diasingkan ke luar negeri menjadi duta besar atau menjadi kaum pelarian yang terlunta-lunta jauh dari tanah air.

Tapi Ali Sadikin tidak. Mungkin karena beliau berlatar belakang militer KKO, bukan Angkatan Darat. Atau mungkin karena di mata Soeharto, sang pemimpin besar Orde Baru itu, Ali Sadikin secara politis relatif independen, dan masih dibutuhkan untuk menjaga masa transisi kekuasaan era Orde Lama menuju Orde Baru. Maka jadilah ALi Sadikin seorang Sunda, sebagai minoritas di tengah-tengah gerbong Soeharto yang berlatar Jawa. Tapi ulah salah, Hiji Oge Maung !

Ya...Ali Sadikin berjuluk Maung itu lahir di lingkungan Cangkudu, sebuah kawasan sejuk sebelah barat alun-alun Kota Sumedang, yang berlatar Gunung Palasari, dan rimbun oleh pepohonan Benteng Gunung Koenjti .

Rumah Keluarga Raden Sadikin itu berada di Jalan Raden Suyud, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan.

Raden Sadikin adalah seorang Guru Sekolah Pertanian yang didirikan oleh Pangeran Soeria Atmadja. Dia memiliki lima anak. Anak pertamanya, seorang dokter, bernama Hasan Sadikin, yang kemudian kita tahu diabadikan menjadi nama rumah sakit nomor satu di Jawa Barat ini.

Dan Ali Sadikin adalah Putra Ketiga Raden Sadikin, lahir di Sumedang 7 Juli 1927. Ia menghabiskan masa kecil nya di Sumedang. Bersekolah di SD Jonggol (yang sekarang menjad SD Negeri Sukaraja) lalu berlanjut ke SMP Negeri 1 Sumedang.

"Ketika masih kecil sudah dikenal dengan sebutan Maung Cangkudu. Sifat tegas dan kepemimpinan sudah terlihat sejak kecil," kenang Umu Salamah atau Rd Ayu Salamah Gilang Purnama, teman sepermainan Ali Sadikin saat diwawancarai oleh wartawan, pada tahun 2010.

Di masa pendudukan Jepang, ALi Sadikin masuk Sekolah Tinggi Pelayaran di Semarang. Pasca Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Ali segera bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat bagian Laut, yang menjadi cikal bakal TNI Angkatan Laut. Kemudian ia dikirim ke Tegal, membentuk basis pangkalan TNI AL dan Korps Marinir pertama.

Satu cerita yang menunjukkan keberaniannya dalam bertempur melawan agresi militer Belanda adalah ketika dia dengan gagah berani, berlari ke garis depan sambil memberondongkan peluru dari sten gun-nya. Kawan-kawan seperjuangan Ali menyebut hal itu sebagai "Gaya Holywood" dalam bertermpur.

Selanjutnya, di masa orde lama, tahun 1963 hingga 1966, Ali menduduki jabatan Menteri Perhubungan Laut sekaligus Menteri Koordinator Urusan  Maritim. Sampai kemudian tanggal 28 Juli 1966 Presiden Soekarno melantiknya sebagai Gubernur Jakarta. Pada momentum inilah Kepemimpinan Ali Sadikin Si Maung Cangkudu itu, benar-benar teruji, dan nyata terbukti.  (*/gelagat.id)

Share: